Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Februari 2024 | 23.26 WIB

Mengetahui Dermatofibroma : Penyebab, Gejala, dan Pengobatan dari Pertumbuhan Kulit yang Memiliki Diameter Kecil

Ilustrasi Dermatofibroma./ - Image

Ilustrasi Dermatofibroma./

JawaPos.com – Dermatofibroma merupakan pertumbuhan kulit yang umumnya terjadi pada orang dewasa yang tidak berbahaya.

Dermatofibroma lebih sering terjadi pada perempuan daripada laki-laki dan lebih umum terjadi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang terganggu.

Dilansir dari laman Medical News Today, dermatofibroma adalah pertumbuhan kulit yang biasanya memiliki diameter kecil. Hal itu dapat biasanya berwarna merah muda hingga cokelat muda pada kulit terang dan cokelat gelap pada kulit gelap.

Mungkin akan tampak lebih merah muda atau lebih gelap jika seseorang secara tidak sengaja mengiritasi kulit misalnya, saat bercukur. Banyak orang mengatakan bahwa hal itu terasa seperti batu kecil di bawah atau di atas kulit karena padat dan keras saat disentuh.

Sebagian besar dermatofibroma tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi beberapa orang mengalami gatal, iritasi, atau nyeri pada lokasi pertumbuhan tersebut.

Beberapa dokter atau peneliti medis mungkin merujuk pada dermatofibroma sebagai benign fibrous histiocytomas.

Penyebab Dermatofibroma

Dermatofibroma adalah akumulasi sel-sel tambahan dalam lapisan-lapisan yang lebih dalam dari kulit. Para peneliti medis tidak mengetahui penyebab pasti dari pertumbuhan sel ini.

Beberapa peneliti menemukan bahwa kemungkinan penyebabnya adalah reaksi yang merugikan terhadap trauma lokal, seperti cedera kecil atau gigitan serangga di daerah tempat lesi kemudian terbentuk.

Usia mungkin menjadi faktor risiko lainnya, karena pertumbuhan-pertumbuhan tersebut muncul terutama pada orang dewasa. Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang tertekan mungkin juga lebih mungkin mengalami dermatofibroma.

Dermatofibroma ganda juga lebih umum terjadi pada orang yang sedang mengalami penyakit, terutama pada mereka dengan lupus eritematosus sistemik.

Gejala Dermatofibroma

Dermatofibroma cenderung tumbuh secara perlahan. Pertumbuhan-pertumbuhan tersebut biasanya memiliki beberapa karakteristik yang dapat membantu identifikasi mereka.

Dermatofibroma muncul sebagai tonjolan bulat yang sebagian besar berada di bawah kulit. Rentang normalnya sekitar satu cm, dengan sebagian besar lesi berdiameter satu cm. Ukurannya biasanya akan tetap stabil.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore