Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 Januari 2024 | 15.50 WIB

Curhat kepada Ganjar, Petani Tembakau Jombang Keluhkan Harga Cukai hingga Masalah Impor

Calon Presiden nomor urut tiga, Ganjar Pranowo bertemu dengan para petani di tengah persawahan di Kelurahan Cangkrep Kidul, Purworejo, Jawa Tengah, Minggu (31/12/2023).

 
JawaPos.com - Calon Presiden Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo berdialog dengan petani tembakau di Desa Bawangan, Jombang, Jawa Timur. Dalam pertemuan itu, seorang petani tembakau bernama Winarno mengeluhkan kepada Ganjar mengenai kenaikan tarif cukai hasil tembakau dan impor tembakau yang masih marak belakangan ini.
 
“Ini Pak Ganjar, saya mau curhat soal persoalan cukai tembakau, dan impor tembakau masih masif. Semoga hal ini bisa diatasi saat Bapak menjadi Presiden,” kata Winarno, Sabtu (13/1).
 
Mendapatkan keluhan tersebut, Ganjar berbicara bahwa persoalan cukai memang menjadi masalah bagi petani tembakau setiap tahunnya. Permintaan petani tembakau sejatinya tidak ingin tinggi, sebab jika hal itu terjadi pastinya akan memberikan dampak bagi mereka.
 
“Sebenarnya ini sudah setiap tahun ya, permintaan para petani sebenarnya tidak tinggi, kalo peningkatan cukai tidak terlalu tinggi. Maka sebenarnya urutannya nanti soal produksi tembakau pupuknya obat-obatannya, kalo hasil panennya bagus harganya bagus, produksinya bagus maka kebutuhan industri lokal bisa terpenuhi,” jelas Ganjar.
 
Ganjar menyampaikan, jika harga cukai tidak tinggi dan sesuai dengan keinginan petani maka impor tembakau pun tidak terlalu dominan. Sebaliknya, bila harga cukai naik maka petani akan mengalami kerugian. Sehingga, impor tembakau pastinya akan merebak dan dominan.
 
“Kalau itu bagus, harapannya impornya juga tidak banyak-banyak. Kalau itu bisa dilakukan maka petani akan mendapatkan untung yang baik seperti harga hari ini. Tapi kalau cukai naik, biasanya jatuh kepada petani,” tutur Ganjar.
 
Eks Gubernur Jawa Tengah ini menyampaikan, persoalan tembakau memang akan menjadi perhatian khusus baginya bersama dengan Mahfud MD.
 
“(Perlu) dilakukan penyeimbangan dan sebenarnya. Kalau konteks ini kita cukup sering berbicara dengan pemerintah pusat termasuk Menteri Keungan, kita akan ikuti harga dan perkembangan untuk mengikuti produksinya khususnya tembakau impor,” pungkas Ganjar.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore