Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Desember 2023 | 14.05 WIB

Dilaporkan ke Polisi karena Gunakan Akronim AMIN, Anies Yakin Polisi Bakal Proses dengan Akal Sehat

Calon presiden-wakil presiden nomor urut 1 Anies Baswedan dan Muhaimin iskandar menyapa penonton saat memasuki ruangan debat kedua calon wakil presiden Pemilu 2024 di JCC, Jakarta, Jumat (22/12/2023). - Image

Calon presiden-wakil presiden nomor urut 1 Anies Baswedan dan Muhaimin iskandar menyapa penonton saat memasuki ruangan debat kedua calon wakil presiden Pemilu 2024 di JCC, Jakarta, Jumat (22/12/2023).

JawaPos.com - Calon Presiden (capres) nomor urut 1 Anies Baswedan meyakini bahwa pihak kepolisian akan memproses laporan terhadap dirinya lantaran menggunakan akronim AMIN dalam kampanye Pilpres 2024 dengan semestinya. Ia dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Forum Aktivis Dakwah Kampus beberapa waktu lalu.

"Saya rasa polisi akan menggunakan akal sehat keawarasan dalam menindaklanjuti laporan itu," ujar Anies kepada wartawan, Selasa (26/12).
 
"Lumayan tambah tenar (pelapor)," sambungnya. 
 
 
Terlepas dari hal itu, Anies mengaku heran dengan laporan yang menuduhnya melakukan penistaan agama lantaran menggunakan akronim AMIN untuk kepanjangan Anies-Muhaimin. 
 
"Ya memang singkatannya itu Anies-Muhaimin itu bisa disingkat AMIN. Kan itu bukan suatu rekayasa," jelasnya. 
 
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu bahkan menyebut yang mengatur singkatan itu bukan dari dirinya, melainkan Allah SWT. 
 
 
"Gusti Allah yang ngatur sehingga Anies pasangannya Muhaimin," klaimnya.
 
Anies juga merasa aneh jika laporan itu baru disampaikan sekarang. Padahal, singkatan AMIN sudah ada sejak lama ketika awal dirinya berpasangan dengan Muhaimin Iskandar untuk menjadi capres-cawapres. 
 
"Penggunaan istilah AMIN ini sudah sejak bulan apa ya. Kok ya baru sekarang (dilaporkan)? Jadi agak lambat," pungkasnya.
 
 
Untuk diketahui, Anies Baswedan dilaporkan ke Bareskrim Polri dengan dugaan melakukan penistaan agama karena menggunakan akronim AMIN dalam kampanye Pilpres 2024.
 
Laporan ini dilakukan oleh kelompok orang mengatasnamakan organisasinya sebagai Forum Aktivis Dakwah Kampus Indonesia dan dikoordinatori oleh Umar Segala. 
 
Ia menilai bahwa penggunaan kata amin dalam hadis-hadis adalah kata suci sebagai pengharapan terhadap Tuhan.
Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore