Gibran Rakabuming Raka. (Tangkap Layar/YouTube KPU RI)
JawaPos.com - Usai tampil dalam debat Calon Wakil Presiden (Cawapres) Pemilu 2024, pengamat politik dari Universitas Jember, Dr. Muhammad Iqbal sebut Gibran Rakabuming Raka lebih siap dalam debat kali ini dibandingkan kedua cawapres lainnya, namun semua substansi argumennya dinilai problematik dan distortif.
"Gibran sudah seharusnya melahap tema seputar ekonomi karena posisinya saat ini. Berdasarkan tema itu, debat bisa dimenangkan oleh cawapres nomor urut dua," katanya dalam keterangan yang diterima di Kabupaten Jember, Jawa Timur, seperti yang dilansir dari Antara, Sabtu (23/12).
Iqbal menilai bahwa gaya komunikasi Gibran Rakabuming Raka dalam debat cawapres semalam yang agresif dengan pilihan kata yang dilontarkan lebih menohok, membuatnya terlihat lebih menguasai materi dan lebih siap dibandingkan Muhaimin Iskandar dan Mahfud MD.
"Terpenting dikritisi adalah semua retorika dan gaya debat Gibran terlihat memang lebih siap daripada Muhaimin dan Mahfud, tetapi semua substansi-nya sangat problematik, karena retorika-nya sarat informasi kebijakan yang distortif," tuturnya.
Menurutnya, dalam debat cawapres yang digelar pada Jumat (22/12) malam, Gibran terkesan seperti menyiapkan diri hanya untuk misi menjatuhkan lawan bicara, sebab substansi argumen atau gagasan yang disampaikannya sarat problematik dan distortif.
"Gibran sepertinya menyiapkan diri dengan misi terkesan hanya untuk mempermalukan lawan debat. Terpenting lagi, hampir semua substansi argumen yang dilontarkan sesungguhnya sarat problematik dan distortif," ucapnya.
Salah satu contoh pernyataan Gibran yang menurut Iqbal sangat bertentangan adalah hilirisasi nikel dan sektor mineral, serta tambang tanpa menjelaskan asas pemerataan dan keadilan dengan parameter terukur dan partisipatif.
Sehingga, implikasinya bisa serius ketika 2045, di mana sektor lingkungan alam Indonesia mungkin sudah tinggal sisa keropos tanpa jaminan keadilan sosial yang pasti, menurut Iqbal.
Tak hanya itu, Iqbal juga menyoroti pernyataan pasangan Prabowo Subianto tersebut yang mengatakan bahwa akan menyiapkan anak muda sebagai ahli ekonomi digital dalam hal kripto dan block chain.
"Sejauh ini kripto menyisakan ketidakadilan dan salah satu pemicu krisis ekonomi ekonomi dunia. Padahal, dunia kripto dan ekosistem ekonomi syariah itu secara pondasi nilai dan sistem tata kelola sangat bertentangan," ujarnya.
Di sisi lain, pengajar di FISIP Unej itu juga mengungkapkan bahwa justru substansi argumen atau gagasan yang disampaikan cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar dinilai lebih realistis.
Sementara, cawapres nomor urut 3, Mahfud MD substansi gagasannya dinilai masih sangat normatif dan terkesan tak bisa keluar dari zona hukum untuk membahas tema debat ekonomi kerakyatan.
Ronde debat kedua dalam Pemilu 2024 yang melibatkan ketiga cawapres tadi malam mengangkat tema ekonomi kerakyatan, ekonomi digital, keuangan, investasi, pajak, perdagangan, pengelolaan APBN dan APBD, insfrastruktur, dan perkotaan.
Rencananya, KPU RI bakal menggelar lima kali debat capres-cawapres pada Pemilu 2024. Debat pertama dan kedua yang telah digelar pada tanggal 12 dan 22 Desember 2023. Debat ketiga dan keempat dijadwalkan bakal digelar pada 7 dan 21 Januari 2024. Serta debat kelima berlangsung pada 4 Februari 2024.
Nantinya, debat capres akan digelar sebanyak tiga kali, sedangkan untuk debat cawapres dilangsungkan sebanyak dua kali. Kendati demikian, seluruh pasangan capres-cawapres harus menghadiri kelima agenda debat capres-cawapres tersebut.