PUNYA CIRI KHAS: Gus Miftah menyesuaikan dengan pergerakan zaman dalam berdakwah. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)
JawaPos.com - Viral di media sosial terkait kabar yang menyebut Gus Miftah menyogok pesantren supaya memilih pasangan capres- cawapres Prabowo- Gibran dalam Pilpres 2024 mendatang.
Kabar tersebut beredar setelah muncul narasi tentang hal ini di YouTube dengan narasi negatif. "Gus Miftah tertangkap basah diduga mau nyogok ke pesantren agar dukung capres 02. Amplop dikembalikan," demikian bunyi narasi yang sempat muncul di YouTube.
Terkait hal tersebut, Gus Miftah menanggapinya secara tegas bahwa narasi tersebut tidak benar dan merupakan informasi hoaks. Melalui unggahannya di Instagram, Gus Miftah memberikan peringatan keras pada pemilik akun YouTube tersebut untuk minta maaf dan menghapus video hoaks tersebut.
"Untuk anda akun Youtube INDONESIANA NEWS TV. Fitnah anda sudah keterlaluan dan melampaui batas. Saya tunggu niat baiknya atau dengan terpaksa saya menempuh jalur hukum !," ujar Gus Miftah di akun Instagram memberikan peringatan.
Abah Kirun dari Jawa Timur yang digosipkan disuap oleh Gus Miftah dengan beredarnya video viral juga angkat bicara. Dalam klarifikasinya dalam bentuk vidro, Abah Kirun mengatakan bahwa dirinya tidak pernah disogok oleh Gus Miftah dan tidak pernah diajak bicara tentang politik.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam barokah, salam sekerwaras. Saudara-saudaraku pada kesal ya ke Gus Miftah karena muncul berita nyogok aku ? Aku pastikan itu berita bohong. Siapa yang bikin narasi nggak karuan ini," kata Abah Kirun.
Dia pun menegaskan hubungannya dengan Gus Miftah sangat baik dan keduanya pun sudah berteman sejak lama. Abah Kirun bahkan menyebut pemilik salah satu pesantren di Jogjakarta itu sudah seperti keluarganya sendiri.
"Aku sama Gus Miftah sejak dulu akrab, tidak perlu disogok sudah jadi keluarga. Kebetulan saja aku di sini, Gus Miftah di sana (beda kubu pilihan pilpres,red), terus diserbu nggak karu karuan dengan berita bohong hoax," lanjut Abah Kirun.
Sementara itu, panitia pengajian menjelaskan awal mula munculnya kabar tak sedap. Mirza Maulana yang merupakan putra dari sohibul hajat acara pengajian yang dihadiri Gus Miftah dan Abah Kirun pada tanggal 2 November 2023 di desa Wiliang Gajah, Kabupaten Demak, menyatakan bahwa video tuduhan yang seolah Gus Miftah memberikan amplop kepada Abah Kirun untuk tidak memilih paslon Anies- Muhaimin merupakan fitnah besar. Dia pun mengungkapkan fakta sebenarnya.
"Gus Miftah dan Abah Kirun sama-sama menjadi pengisi acara di pengajian kami. Amplop coklat itu yang saya serahkan sendiri justru pemberian kami kepada santri yang saya titipkan melalui Gus Miftah dengan ikhlas dan sukarela sebagai ucapan terima kasih kami atas kehadiran Gus Miftah di pengajian kami, bukan pemberian Gus Miftah kepada Abah Kirun," jelas Mirza dalam video klarifikasinya.