
Sekretaris Jenderal Barisan Pengusaha Pejuang (BPP) Saifudin HS (kedua dari kanan) meyakini Gibran Rakabuming Raka bakal bisa menguasai debat calon wakil presiden (cawapres)
JawaPos.com - Sekretaris Jenderal Barisan Pengusaha Pejuang (BPP) Saifudin HS meyakini Gibran Rakabuming Raka bakal bisa menguasai debat calon wakil presiden (cawapres). Alasannya, putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu punya pengalaman yang tidak dimiliki dua cawapres lainnya.
Saif sapaan akrab Saifudin HS mengatakan, ada sejumlah faktor yang membuat Gibran bisa menguasai debat cawapres. Pertama, karena jabatannya sebagai Wali Kota Solo.
"Dari tiga kandidat cawapres yang ada, hanya Mas Gibran yang pernah melakukan debat saat bertarung di Pilkada Solo. Arena ini belum pernah dilakukan oleh Cak Imin dan Pak Mahfud sekalipun pernah menjadi menteri," ujar Saif kepada wartawan di Jakarta, Rabu (20/12).
Kedua, lanjut Saif soal tema debat yang akan mengangkat tema ekonomi kerakyatan, ekonomi digital, keuangan, pajak, tata kelola APBN dan APBD, investasi, perdagangan, infrastruktur, dan perkotaan.
Saif mengklaim, dari ketiga cawapres hanya Gibran satu-satunya yang pernah merasakan menjadi kepala daerah yang dipilih langsung Rakyat dan terbukti sukses mengangkat ekonomi kota Solo. Artinya, tema debat yang akan berlangsung Jumat (22/12) sudah menjadi pekerjaan Gibran sehari-hari sebagai Wali Kota Solo.
"Namanya wali kota, pasti yang diurus itu soal ekonomi rakyat, keuangan, pajak, tata kelola APBD, investasi, perdagangan, infrastruktur, dan perkotaan. Sehingga, hal semacam ini sudah menjadi makanan sehari-hari Mas Gibran selama memimpin Solo," kata Saif.
Adapun keunggulan yang ketiga, lanjutnya, Gibran merupakan seorang pengusaha. Kiprahnya sebagai pengusaha, erat kaitannya dengan ekonomi. Khususnya di sektor keuangan.
"Perlu diingat, sebelum terjun ke dunia politik, Mas Gibran itu seorang pengusaha," imbuh Saif.
Faktor keempat, soal usia Cawapres. Saif mengatakan, perbedaan mendasar antara Gibran dengan dua cawapres lainnya adalah usianya yang masih muda. Ia yakin betul bahwa Gibran lebih melek teknologi ketimbang Muhaimin Iskandar dan Mahfud MD.
Bahkan Saif menyebut, faktor usia ini yang membuat generasi milenial dan GenZ merasa terwakili oleh Gibran. Perkembangan zaman membuat dunia tak bisa lepas dari digital dan kecanggihan teknologi. Khususnya saat terjadi pandemi.
Saif mencontohkan saat Pandemi Covid-19 melanda dunia, khususnya Indonesia. Hampir semua pelaku usaha dipaksa beradaptasi dengan teknologi untuk menjalankan bisnisnya. Yakni, dengan memaksimalkan peran digital.
"Sebagai generasi milenial, tentu Gibran tentu lebih melek teknologi dibandingkan Cak Imin dan Pak Mahfud. Inilah yang kemudian membuat anak muda merasa yakin bahwa Mas Gibran bisa menjadi pemimpin di era kecanggihan teknologi," cetus Saif.
Untuk diketahui. Barisan Pengusaha Pejuang atau yang disingkat BPP ini merupakan relawan yang dinahkodai oleh Bobby Nasution sebagai Ketua Umum dan Akbar Himawan Buchari yang dikenal selama ini sebagai Ketum BPP HIPMI menjabat Ketua Dewan Pembina. BPP mendeklarasikan dukungan untuk memenangkan Prabowo-Gibran, Rabu (8/11/2023) di Djakarta Theater.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
