Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Desember 2023 | 23.55 WIB

Mahfud MD Ingatkan Perbedaan Mencolok Antara Identitas Politik dan Politik Identitas di Tengah Kontestasi Pemilu

Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD menyempatkan diri menyambangi Pondok Pesantren Roudlotul Ulum, Cidahu, Pandeglang, Banten, (14/12) - Image

Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD menyempatkan diri menyambangi Pondok Pesantren Roudlotul Ulum, Cidahu, Pandeglang, Banten, (14/12)

JawaPos.com - Calon wakil presiden (cawapres) Mahfud MD menyatakan bahwa politik identitas dan identitas politik mempunyai perbedaan signifikan. Pernyataan itu disampaikan Mahfud saat memberikan kuliah umum di Universitas Bung Hatta, Padang, Sumatera Barat, Senin (18/12)
 
Mahfud menjelaskan, politik identitas merupakan cara berpolitik yang mengutamakan kelompok primordial untuk kemudian menganggap pihak lain sebagai lawan atau musuh. Sebaliknya, identitas politik diperbolehkan termasuk dalam menentukan calon pemimpin.
 
"Contohnya pemeluk Muslim memilih calon dari barisan Islam dengan harapan aspirasinya ditampung oleh calon tersebut. Contoh lainnya misalnya tentang etnis Minangkabau. Misalnya saya dari etnis Minangkabau, maka saya memilih calon dari etnis Minangkabau," kata Mahfud.
 
 
Menko Polhukam itu menekankan, yang tidak diperbolehkan yakni orang Minangkabau memilih orang Minangkabau dengan tujuan menghabisi etnis lain, apabila calon yang diusungnya terpilih. 
 
“Ini namanya politik identitas," ucap Mahfud.
 
Menurut Mahfud, identitas politik merupakan keniscayaan atau tidak bisa dihalangi. Sebab, bagaimanapun seseorang cenderung memilih karena faktor identitasnya. 
 
"Itulah demokrasi. Yang penting adalah kesatuan bangsa," tegas Mahfud.
 
 
Mahfud tak memungkiri bahwa kontestasi pemilu bisa memicu potensi perpecahan di tengah masyarakat. Potensi perpecahan itu muncul akibat adanya kelompok tertentu yang mengedepankan politik identitas, bukan identitas politik.
 
Oleh karena itu, Mahfud mengajak semua elemen masyarakat untuk menciptakan rasa kerukunan yang mengedepankan persatuan bangsa. Sebab, pemilu merupakan ajang memilih pemimpin secara bersama, bukan untuk mengeleminasi musuh.
 
"Ingat betul-betul bahwa pemilu untuk memilih pemimpin bersama bukan untuk mengeliminasi musuh," pungkasnya.
Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore