Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 Desember 2023 | 14.32 WIB

Soal Dugaan Intimidasi kepada Butet Kartaredjasa di TIM, Anies Baswedan: Jangan Diatur Hanya yang Enak Didengar Negara

Calon Presiden nomor urut 1 Anies Baswedan saat berbincang dengan para mahasiswa dan masyarakat di Bandarlampung. Kamis, (7/12/2023). Sumber: (ANTARA/Dian Hadiyatna) - Image

Calon Presiden nomor urut 1 Anies Baswedan saat berbincang dengan para mahasiswa dan masyarakat di Bandarlampung. Kamis, (7/12/2023). Sumber: (ANTARA/Dian Hadiyatna)

JawaPos.com - Capres nomor urut 1 Anies Baswedan buka suara soal dugaan intimidasi terhadap seniman Butet Kartaredjasa dan Agus Noor di Taman Ismail Marzuki beberapa waktu lalu. Menurutnya, negara tidak boleh membatasi urusan pentas seni hanya karena apa yang dipentaskan tidak nyaman didengar penguasa.

Butet dan Agus Noor sebelumnya mengaku diintimidasi polisi lantaran dilarang memuat unsur politik dalam aksi panggungnya di TIM.
 
"Jangan sampai negeri ini diatur hanya boleh hal-hal yang enak di kuping negara, tapi yang enak di kuping rakyat," kata Anies kepada wartawan di Lampung, Kamis (7/12).
 
 
"Semua boleh diungkapkan, semua punya ruang," sambungnya. 
 
Ia menegaskan bahwa perkataannya itu bukan cuma omong kosong belaka. Saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Anies mengaku tak pernah melarang orang untuk mementaskan seni yang bermuatan politik atau apapun. Apalagi sampai meminta para pelaku seni untuk menandatangani komitmen tersebut. 
 
"Teman-teman tahu semua selama (menjabat) di Jakarta, silakan mengatakan apa saja tentang Pemprov DKI Jakarta dan tidak pernah diminta menandatangani apapun juga, tidak pernah dilarang untuk apapun juga dan tidak pernah dilaporkan untuk mengatakan apa pun juga," paparnya.
 
 
"Jadi komitmen tentang kebebasan berbicara itu bukan akan, tetapi itu adalah sudah dan diteruskan ya," tegas Anies.
 
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga menyatakan bahwa Indonesia yang merupakan negara demokrasi wajib hukumnya untuk membebaskan orang berekspresi, apalagi melalui seni. 
 
"Jadi menurut saya semua bebas, termasuk kegiatan teater itu adalah kegiatan di mana ekspresi atas kenyataan yang ada di masyarakat diungkapkan dan ekspresi itu ada ekspresi yang nyaman bagi telinga negara ada yang tidak nyaman bagi telinga negara tapi itulah ekspresi," tandas Anies.
 
 
Sebelumnya, dua seniman yakni penulis naskah teater Agus Noor dan aktor teater Butet Kartaredjasa diduga mengalami intimidasi dari polisi karena dilarang mementaskan seni yang bermuatan politik. Hal itu terjadi saat keduanya hendak menggelar pertunjukan satir politik berjudul Musuh Bebuyutan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada Jumat (1/12) lalu.   
 
Acara tersebut diselenggarakan oleh Indonesia Kita, forum budaya yang secara rutin menggelar pertunjukan teater. Pementasan ini berlangsung selama dua hari, pada 1 dan 2 Desember 2023 di Teater Besar Taman Ismail Marzuki Jakarta. 
 
Sebelum pertunjukan, pihak kepolisian yang mengaku dari Polsek Cikini tiba-tiba datang dan meminta penyelenggara membuat surat pernyataan untuk menghindari unsur politik maupun kampanye mendukung salah satu pasangan kandidat capres dan cawapres dalam pertunjukannya.
 
 
Atas hal itu, Agus Noor mengatakan bahwa hal yang dialaminya itu adalah intimidasi. Sebab, selama 40 tahun pertunjukan seni itu, baru kali ini pihak kepolisian bergerak dan meminta menandatangani surat pernyataan takkan membahas isu politik dalam pentas. 
 
"Padahal, sebagaimana biasanya, semua prosedur formal perizinan sudah kami penuhi," ujarnya kepada wartawan dalam keterangan tertulis, Rabu (6/12).
Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore