Calon Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (3/12/2023). ANTARA/Walda
JawaPos.com - Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka diduga melakukan pelanggaran kampanye karena melibatkan anak-anak. Bawaslu kini tengah melakukan penyelidikan kegiatan Gibran saat membagikan susu di Penjaringan, Jakarta Utara dan di acara car free day (CFD) di Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta.
Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran, Erwin Aksa mengatakan, pihaknya tidak mau berbuat curang dalam upaya pemenangan. Bila nantinya ada panggilan dari Bawaslu, maka akan dihadapi.
"Kita ada tim legal, tim yang akan melihat kalau memang ada panggilan dari Bawaslu kita menghargai hukum, kita tidak mau curang, buat Prabowo-Gibran kita menghargai hukum, kita ingin keadilan hukum, kita transparan," kata Erwin di kantor TKN FantaHQ, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (5/12).
Erwin menuturkan, pada dasarnya program Prabowo-Gibran dibuat untuk menyejahterakan masyarakat. Termasuk memenuhi gizi anak-anak supaya memiliki tumbuh kembang yang baik.
"Kita ingin memberikan keadilan kepada rakyat Indonesia termasuk anak-anak yang butuh protein, kita ingin menyampaikan ke masyarakat bahwa kita ingin membawa keadilan, bahwa masyarakat Indonesia berhak terhadap makan karena ini masalah perut, ini masalah ekonomi, kalau itu melibatkan anak kecil kemudian melanggar, saya nggak tahu PKPU-nya yang mana," jelasnya.
Sebelumnya, Bawaslu DKI Jakarta sedang menyelidiki kegiatan calon wakil presiden nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka di area Car Free Day (CFD) Sudirman-Thamrin, Jakarta pada Minggu (5/12). Penyelidikan untuk memastikan acara membagikan susu kepada warga di CFD termasuk kampanye atau tidak.
Gibran mengaku, belum mendapatkan panggilan dari Bawaslu DKI Jakarta terkait kegiatan di Penjaringan atau CFD. Sehingga belum tahu adanya proses pengusutan dugaan pelanggaran kampanye.
"(Ada panggilan dari Bawaslu) Belum," ujar Gibran di GBK Arena, Jakarta Pusat pada Senin (5/12).
Gibran menjelaskan, dirinya siapbila dipanggil Bawaslu. Selanjutnya dirinya akan siap jika harus mendapatkan panggilan dari Bawaslu. Tetapi, hal itu langsung dikomunikasikan lebih dulu menurutnya.
"Jika ada sesuatu yang tidak pas silakan nanti bisa dikomunikasikan dengan tim kami. Yang jelas kemarin kami semua tanpa atribut tanpa aplikasi ya, itu ya," ucap Gibran.