Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 November 2023 | 18.30 WIB

Arsjad Rasjid Ajak Publik Gotong Royong Memenangkan Ganjar-Mahfud pada Pilpres 2024

Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid memastikan, Ganjar-Mahfud ingin bersentuhan langsung dengan rakyat. - Image

Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid memastikan, Ganjar-Mahfud ingin bersentuhan langsung dengan rakyat.

 
JawaPos.com - Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid menyatakan, pihaknya mengajak masyarakat untuk bersama-sama gotong royong memenangkan pasangan capres-cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD pada Pilpres 2024. Hal ini setelah pihaknya mendapatkan tambahan dukungan dari Organisasi Masyarakat (Ormas) Forum Komunikasi Lintas Pendiri Deklarator dan Kader (FKLPDK).
 
FKLPDK sebelumnya sempat mendukung Prabowo Subianto. Kini mengalihkan dukungannya kepada Ganjar-Mahfud pada Pilpres 2024.
 
"Yang tadinya mendukung paslon lainnya. Alhamdulillah sekarang bersama kami. Kami menerima dan senang hati kami bisa bergotong royong untuk bersama-sama memenangkan Ganjar-Mahfud terutama memenangkan rakyat Indonesia," kata Arsjad kepada wartawan, Rabu (29/11).
 
 
Arsjad mengatakan, rakyat mengetahui personalitas Ganjar-Mahfud, serta mengetahui nilai-nilai yang dipegang Ganjar-Mahfud, track record, gagasan dan program-programnya.
 
"Kami yakin rakyat Indonesia ingin menuju Indonesia Emas, ingin menuju Indonesia sejahtera makmur dan berkeadilan," ucap Arsjad. 
 
Sementara itu, Ketua Umum FKLPDK Sahat Saragih menyampaikan alasan meninggalkan Prabowo dan beralih mendukung Ganjar-Mahfud pada Pilpres 2024. Menurutnya, pemicunya merupakan peristiwa di Mahkamah Konstitusi (MK) yang dilihat sebagai putusan yang terintimidasi. 
 
“Karena Prabowo sangat tergantung pada dukungan penguasa, itu artinya Prabowo tidak memiliki kepercayaan diri. Akibatnya, penguasa bernafsu untuk mempertahankan kekuasaannya melalui anak sulungnya, itu artinya penguasa tidak berjiwa negarawan," ucap Sahat di Cawang, Jakarta Timur, Selasa (28/11).
 
 
Sahat menyebut, rakyat marah dengan perilaku mantan Ketua MK Anwar Usman, yang berakibat pada mendegradasi kepercayaan publik terhadap MK.
 
"Akibatnya rakyat kurang percaya kepada MK sebagai benteng akhir konstitusi negara Indonesia," ucap Arsjad.
 
Sahat menilai, Ganjar seorang anak polisi, yang dilahirkan 55 tahun lalu dari keluarga yang sederhana pada 28 Oktober 1968 di desa Lereng Gunung Lawu, Karanganyar Jawa Tengah. Kemudian, Mahfud MD seorang anak Pegawai Negeri Sipil, yang dilahirkan pada 66 tahun lalu dari keluarga yang sederhana pada 13 Mei 1957 di Desa Omben Sampang, Jawa Timur.
 
“Ganjar-Mahfud adalah dua insan pemimpin yang tangguh dan teruji, namun berhati lembut dan bukan politikus praktis, dimana Ganjar-Mahfud adalah dua insan yang visioner, dan dua insan ini menjadi kombinasi yang sempurna membawa Indonesia menjadi negara besar dunia yang disegani dan dihormati dunia atas dasar keahlian, kemampuan serta kerja keras, maka Indonesia pasti menjadi negara besar dunia,” pungkas Sahat.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore