Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 November 2023 | 03.06 WIB

Program Pemberian Susu dan Makan Dianggap Belum Ideal, Prabowo Singgung Pemerataan, keadilan sosial

 

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) pun turut mendampingi Prabowo Subianto dalam forum Dialog Terbuka Muhammadiyah Bersama Calon Pemimpin Bangsa.

 
JawaPos.com - Calon presiden Nomor urut 2, Prabowo Subianto menerima sejumlah masukan dari akademisi dan ahli terkait program yang akan dijalankannya bersama cawapres, Gibran Rakabuming Raka bila memenangkan Pilpres 2024. Saran yang masuk pun akan menjadi bahan pemikiran Prabowo.
 
Sejumlah masukan tersebut didapat Prabowo saat menghadiri 'Dialog Publik Muhammadiyah bersama Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Republik Indonesia' di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Jawa Timur, Jumat (24/11).
 
Salah satu usulan disampaikan oleh Sukadiono, rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya yang ditunjuk sebagai panelis bidang kesehatan dan kesejahteraan. Dalam forum tersebut, Sukadiono menyoroti angka stunting Indonesia yang masih berada di atas standar Badan Kesehatan Dunia (WHO).
 
 
Ia menilai progam pemberian susu dan makan siang gratis yang dicanangkan Prabowo-Gibran sudah tepat, namun belum ideal bila melihat kebiasaan makan warga Indonesia. Sukadiono memandang perlu langkah tindakan ekstrem untuk menekan angka stunting. 
 
 
"Stunting masih menjadi problem bangsa kita. Ini belum cukup diberikan susu pada makan siang saja, karena kita tahu bangsa kita makannya tiga kali," kata Sukadiono. 
 
Merespons hal tersebut, Prabowo mengatakan akar stunting adalah kemiskinan. Meski belum dapat dikatakan ideal, ia meyakini upayanya untuk memberi susu dan makan siang untuk anak-anak Indonesia akan berdampak. 
 
"Kita sekarang akan memberi intervensi gizi langsung kepada anaknya. Sekarang saya bertanya, lebih baik teruskan keadaan seperti sekarang, tidak dikasih (makan untuk anak-anak). Atau satu kali makan walaupun kita tahu idealnya tiga kali makan," kata Prabowo. 
 
"Kalau kita lihat banyak pengalaman negara lain, makan siang di sekolah ini lah salah satu cara untuk pemerataan, keadilan sosial, mengatasi kurang gizi dan menyiapkan SDM ke depan," lanjutnya. 
 
Prabowo pun mengaku optimis langkah tersebut akan membantu banyak rakyat Indonesia sekaligus menekan angka stuntin ekstrem jika konsisten dilakukan dalam beberapa waktu ke depan. "Saya optimis ini akan memberikan dampak langsung," pungkas Prabowo.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore