Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 November 2023 | 02.35 WIB

Ganjar-Mahfud akan Hadirkan Pendidikan Digital untuk Siap Hadapi Dunia Kerja

Pasangan Calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) Ganjar Pranowo dan Mahfud MD di Mbloc Space, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (23/10). - Image

Pasangan Calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) Ganjar Pranowo dan Mahfud MD di Mbloc Space, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (23/10).

 
JawaPos.com - Bakal pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) Ganjar Pranowo-Mahfud MD berkomitmen menghadirkan pengetahuan digital yang berkualitas. Tak hanya pada sektor pemerintahan, Ganjar-Mahfud juga bertegak mengembangkan teknologi ke arah pendidikan.
 
Pengamat keamanan Siber dan Forensik Digital dari Vaksincom Alfons Tanujaya menyampaikan, komitmen pemerintah dalam meningkatkan pengetahuan digital kepada masyarakat dinilai sangat penting. Ia menyebut, digital pada era saat ini bukan hanya komputer melainkan banyak hal lainnya.
 
Ia mengapresiasi keinginan Ganjar yang mewacanakan merambah digital ke bidang pendidikan. Sebab, perkembangan komunikasi ke depan tak dipungkiri sangat memengaruhi peran digital.
 
"Digitalisasi memang akan merambah hampir semua sektor dan manambah kan mata pelajaran sehubungan dengan digitalisasi tidak cukup. Karena yang dibutuhkan kefasihan dalam hidup digital dan bukan kemampuan komputerisasi," kata Alfons kepada JawaPos.com, Kamis (9/11).
 
"Ibaratnya belajar bahasa Inggris melalui kursus itu berbeda dengan berbicara bahasa Inggris sehari-hari. Jelas akan lebih cepat belajar yang praktek langsung," sambungnya.
 
 
Alfons menyebut, masyarakat perlu dibiasakan dengan prinsip kehidupan digital. Sebab, kecerdasan digital ke depan akan menjadi salah satu faktor utama kemampuan beradaptasi dalam abad digital mendatang.
 
"Jadi bukan belajar komputer atau pemrograman yang diutamakan," ucap Alfons.
 
 
Ia meyakini, praktik digital ke depan akan semakin masif. Sehingga kehidupan mendatang butuh persiapan, yang akan memangkas seluruh aspek konvensional menjadi digitalisasi.
 
"Mengadopsi sektor kehidupan keseharian dengan digitalisasi yang akan memberikan efisiensi, penghematan dan kemudahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari," ujar Alfons.
 
Ganjar Pranowo menyebutkan dunia saat ini tidak baik-baik saja saat membicarakan tentang dunia kerja. Ganjar menyinggung TikTok Shop yang belum lama ino ditutup oleh pemerintah.
Hal ini dikatakan Ganjar dalam diskusi webinar oleh Keluarga Alumni Hukum Gadjah Mada (Kahgama) dengan tema 'Peluang dan Tantangan Menghadapi Dunia Kerja', Kamis (12/10). 
 
"Pertama adalah memodernisasi seluruh sistem kerja yang ada. Kedua, kita mesti paham betul dunia sedang berubah, dunia sedang tidak baik-baik saja. Apakah itu penciptaan lapangan kerja kek? Apakah itu kondisi bisnisnya kek? Apakah itu yang jualan di TikTok Shop? Kemudian sekarang lagi pada bingung," ucap Ganjar.
 
Mantan Gubernur Jawa Tengah ini mewacanakan, mata kuliah umum di setiap kampus perlu ditambahkan pelajaran tentang digitalisasi. Dia menyebutkan, teknologi digital sekarang seperti layaknya makan.
 
"Maka dulunya dunia pendidikan mesti menyiapkan mental-mental mereka. Saya kalau bercanda dengan kawan-kawan para ilmuwan, para peneliti, dan lain sebagainya, kami sampaikan, kalau dulu rapat paripurna kuliah ada MDU mata kuliah dasar umum, kewiraan, Pancasila, agama, sekarang mesti ditambah digital, karena semua orang akan menggunakan itu," ungkap Ganjar.
 
"Yang kedua, kebiasaan menggunakan teknologi digital ini menjadi sebuah kewajiban yang sama dengan keseharian kita, ya makan, menghirup udara, sehingga orang akan biasa juga bekerja menggunakan teknologi dan mengikuti perubahannya," tambahnya.
 
Lebih lanjut, Ganjar menekankan jika skill digital itu telah diterapkan, masyarakat hanya menentukan ingin menjadi karyawan atau menjadi pelaku UMKM. Dia yakin peluang untuk menjadi pengusaha di Indonesia masih besar.
 
"Berikutnya, kalau hulunya sudah selesai, mereka punya keterampilan itu, maka job creation ini menjadi penting karena masyarakat kalau kita lihat, Kita kerja apa ya, Pak?, kerja menurut saya ada dua, dia bisa bekerja sebagai pegawai, kedua bisa entrepreneur," pungkasnya.
Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore