
GOTONG ROYONG: Beberapa anggota TNI bersama warga memeriksa rumah yang ambruk akibat gempa di Malang, Jawa Timur, kemarin. (11/4). (JUNI KRISWANTO/AFP)
JawaPos.com - Dewan Koordinasi Nasional (DKN) Garda Bangsa bergerak cepat bersana Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Garda Bangsa Kabupaten dan Kota Malang. Organisasi yang berada di bawah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu bahu membahu membantu korban gempa di wilayah bencana.
Ketua DKN Garda Bangsa Bidang Sukarelawan Sosial dan Bencana Ilzam Musholeh mengatakan, pihaknya telah menggalang sejumlah bantuan dan langsung mendistribusikannya pada korban di lokasi bencana.
"Kami tentu prihatin denga kondisi ini dan tergerak untuk membantu sesama. Apalagi ini bulan Ramadan, yang diharapkan bisa meningkatkan solidaritas sosial" ujar Ilzam dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Kamis (15/4).
Lebih lanjut, Ilzam yang merupakan tenaga ahli anggota DPR RI ini menyampaikan bahwa Garda Bangsa akan terus hadir di saat bencana melanda indonesia.
"Apa pun kita coba bantu, mulai dari pembagian masker, penyemprotan disinvektan, termasuk penggalangan dana untuk korban Banjir di NTT," imbuhnya.
Sementara itu, di lapangan, Ketua DKC Garda Bangsa Kabupaten Malang Mahrus Ali menyampaikan, pihaknya siap untuk terjun membantu korban, karena visi tertinggi garda bangsa adalah kemanusiaan.
Baca Juga: Sudah Disetujui 30 Negara, Sinovac Produksi 2 Miliar Vaksin Covid-19
Mahrus yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Malang ini menyampaikan bahwa bantuan akan disebar di dua titik, titik pertama di dusun Perkul, desa Gedangan, kecamatan Gedangan dan Titik ke dua di dusun Argitirto, kelurahan Wonorejo, kecataman Sumawe.
"Terakhir kita tutup dengan buka puasa bersama dengan beberapa korban gempa supaya kita lebih dekat dengan mereka dan ikut merasakan kegetiran menjasi korban bencana" tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DKC Garda Bangsa Kota Malang, A. Farih Sulaiman menyampaikan, sampai saat ini pihkanya terus melakukan penggalangan dana melalui open donasi bagi korban gempa di malang selatan
"Respon millenial perkotaan cukup baik. Mereka banyak yang ingin terlibat dengan cara berdonasi" pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya Gempa Magnitudo, 6,1 mengguncang kabupaten Malang Selatan dan daerah pesisir Lumajang. Setidaknya ada 8 korban meninggal dan 3.253 Unit Rumah Rusak, sementara di kabupaten Lumajang 5 Warga dilaporkan meninggal dan 521 Bangunan Rusak.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
