Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 Oktober 2023 | 17.25 WIB

Di Tim Ganjar-Mahfud, Gibran dan Bobby Nasution Diplot Jadi Juru Kampanye

PENUGASAN: Bobby Nasution disurati PDIP soal tugas jadi jurkamnas. - Image

PENUGASAN: Bobby Nasution disurati PDIP soal tugas jadi jurkamnas.

JawaPos.com - Di kubu Prabowo Subianto, ramai dikabarkan Gibran Rakabuming Raka akan menjadi bakal calon wakil presiden. Tapi, di pihak Ganjar Pranowo, putra Presiden Joko Widodo tersebut malah diplot sebagai juru kampanye nasional (jurkamnas).

Gibran satu di antara sederet kepala daerah berusia muda yang ditunjuk PDI Perjuangan (PDIP), partai pengusung utama duet Ganjar Pranowo-Mahfud MD, sebagai jurkamnas. Nama lain yang juga terpilih adalah adik ipar Gibran, Wali Kota Medan Bobby Nasution.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan surat instruksi kepada para jurkamnas muda tersebut. Yang juga ditunjuk untuk peran serupa adalah Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Bupati Dairi Jimmy Andrea, Bupati Trenggalek M. Nur Arifin, Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, dan Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi.

Ada pula Bupati Demak Eisti’anah, Bupati Gresik Ahmad Yani, dan Bupati Kepulauan Sula Fifian Adeningsi Mus. Juga, Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan, Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid, dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Menurut Hasto, Gibran dan Bobby juga sudah mendapat surat instruksi. ’’Surat sudah kami kirim ke Mas Gibran dan Mas Bobby,” terang Hasto kemarin.

TUNGGU PENGUMUMAN: Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka saat menemui peserta aksi tapa bisu di Solo (17/10/2023).

Keduanya, kata dia, akan menjadi jurkam di daerah masing-masing selama Pilpres 2024 berlangsung. Terkait wacana Gibran akan menjadi bacawapres Prabowo, Hasto mengatakan, yang penting adalah pihaknya sudah mendeklarasikan dan mendaftarkan pasangan Ganjar-Mahfud ke KPU.

Soal rencana Gibran bergabung ke Partai Golkar, Hasto mengatakan, banyak pihak yang mengambil jalan pintas dan mengesampingkan etika dalam berpolitik. Padahal, politik itu harus didasarkan pada nilai-nilai kebaikan.

’’Politik itu dibangun dalam upaya untuk mewujudkan demokrasi dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Dan, fundamennya adalah moralitas pemimpin, etika politik, serta nilai-nilai kebaikan atas asas kepatutan. Itu yang harus dikedepankan,” paparnya.

Saat ditanya langkah PDIP ketika nanti Gibran betul-betul gabung ke Golkar dan menjadi bacawapres Prabowo, apakah Gibran akan dipecat dari PDIP? Hasto menegaskan, hal tersebut masih sebatas isu. Jadi, dia belum bisa menanggapi.

Politikus senior PDIP Aria Bima ikut angkat bicara terkait rencana Gibran menjadi bacawapres Prabowo. Dia tetap berkeyakinan bahwa Presiden Jokowi akan mendukung pasangan Ganjar-Mahfud dalam Pilpres 2024.

Jadi, Jokowi, lanjut Aria, bisa melakukan intervensi untuk melarang Gibran menjadi bacawapres Prabowo. Menurut Aria, langkah itu perlu dilakukan untuk menjaga kehormatan Jokowi yang selama 10 tahun menjadi presiden yang mempunyai rekam jejak sangat positif.

"Jangan sampai di akhir masa tugasnya, nama Pak Jokowi menjadi jelek,” terang politikus kelahiran Kota Semarang itu saat ditemui di Media Center Tim Pemenangan Nasional Ganjar-Mahfud, Jalan Cemara, Jakarta Pusat, kemarin.

Sementara itu, setelah resmi menjadi bacawapres, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mohammad Mahfud MD mengumpulkan seluruh anak buahnya. Dia meminta mereka tetap netral dan tidak terlibat politik praktis.

”Pesan saya, Saudara tetap bekerja seperti biasa. Tidak usah ikut-ikut urusan politik. Tidak usah mendukung atau tidak mendukung saya,” kata Mahfud. (lum/c7/ttg)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore