Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 17 September 2023 | 17.44 WIB

Kakak Gus Baha: Pilihan Anies-Muhaimin yang Terbaik untuk Indonesia Sekarang

Gus Mahasin, saat berbincang di channel youtube NBW (Novel Baswedan dan Bambang Widjojanto)

JawaPos.com - KH. Nasirul Mahasin atau Gus Mahasin, kakak kandung ulama kondang KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha, menyatakan jika duet antara Anies Baswedan dan Gus Muhaimin (Cak Imin), adalah pilihan yang terbaik saat ini untuk menjawab kebutuhan bangsa.

Hal ini karena menurut dia, keduanya berasal dari kalangan santri dan lekat dengan Muhammadiyah dan Nahdlathul Ulama (NU), organisasi umat Islam terbesar di Indonesia.

Selain itu, menurut Gus Mahasin, kedua-duanya masih muda dan energik dan punya pikiran masa depan yang baik, serta komitmen terhadap NKRI.

“Menurut saya, pilihan Anies dan Muhaimin itu pilihan yang terbaik untuk kebutuhan umat Islam di Indonesia sekarang,” kata Gus Mahasin, dikutip dari Youtube Channel Bambang Widjojanto, Minggu (17/9).

Terbukti, menurut Gus Mahasin, usia keduanya melakukan deklarasi sebagai pasangan Bacapres-Bacawapres di Surabaya beberapa waktu lalu, sejumlah pihak pun melakukan deklarasi dukungan terhadap kedua tokoh politik itu.

“Banyak pertemuan ada di Jember, Malang, Banjar. Ini menunjukkan respons yang baik,” tandas Ketua Pondok Pesantren Narukan Rembang ini.

Untuk diketahui, KH. Nasirul Mahasin atau Gus Mahasin, kakak kandung ulama kondang KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha, orang yang berperan penting menjadikan Anies-Gus Muhaimin bersatu.

Ihwal munculnya nama Anies untuk dipilih menjadi Bacawapres, awalnya menurut Gus Mahasin, dirinya silaturahmi ke kiai sepuh. Dalam perbincangan dengan sang Kkiai, Ketua Pondok Pesantren Narukan Rembang ini berbincang tentang politik kebangsaan terhadap sang kiai.

“Suatu saat saya sowan ke kiai sepuh, bahwa calon presiden begini mbah A, B, C. Mas Anies saya taruh nomor tiga. Beliu (kiai) bilang Anies karo (sama) PKB (Partai Kebangkitan Bangsa),” tutur Gus Mahasin menirukan ulama sepuh yang dikunjunginya, dikutip dari Youtube Bambang Widjojanto, Minggu (17/9).

Atas dasar perintah tersebut, tak lama kemudian Gus Mahasin pun mendeklarasikan dukungan terhadap Anies pada 30 Oktober 2002 di Pondok Pesantren Ath-Thoihirin Magetan, Jawa Timur.

Usai deklarasi, Gus Mahasin juga berkali-kali mengadakan berbagai pertemuan dengan kiai-kiai di pesantren lain untuk menyerap aspirasi. Menurut dia, dalam berbagai pertemuan yang dilakukannya, selalu muncul nama Anies dan Cak Imin.

“Nama Anies-Muhaimin selalu muncul,” tegas Ketua Dewan Pembina Pondok Pesantren Narukan Rembang itu.

Atas dasar itu, Gus Mahasin pun berikhtiar menduetkannya. Karena menurut dia, dua sosok yang berasal dari kalangan santri ini bisa mewakili dan mempersatukan umat Islam di Indonesia.

“Semua sudah saya pikirkan. Sudah saya hitung secara bumi. Langit juga saya hitung secara bumi. Mau tidak mau kekuatan Islam terbesar kita ini Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Pikiran saya simpel aja. Kalau Mas Anies maju, kira-kira teman-teman Muhammadiyah delapan puluh persen, sudahlah masuk ke sana (pilih Anies),” kata Gus Mahasin.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore