Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 April 2020 | 23.03 WIB

Dianggap Hanya Merepotkan, PKB Minta Stafsus Milenial Dibubarkan

Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas (Dpk. JawaPos.com) - Image

Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas (Dpk. JawaPos.com)

JawaPos.com - Wakil Ketua Komisi II DPR Yaqut Cholil Qoumas mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membubarkan saja Staf Khusus Milenial yang ia miliki. Pasalnya, dianggap kurang efektif, sebab sudah ada para menteri.

Pembubaran posisi stafsus juga menyusul ‎kejadian pengunduran diri dua Staf Khusus Presiden, Andi Taufan Garuda Putra dan Adamas Belva Syah Devara‎. "Bubarkan saja stafsus milenial ini," tegas Yaqut kepada JawaPos.com, Jumat (24/4).

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menilai Presiden Jokowi sudah memiliki para pembantu di kabinetnya yang hebat ketimbang para Staf Khusus Milenial tersebut.

"Presiden sudah memiliki pembantu-pembantu hebat dan mengerti bagaimana cara menjalankan pemerintahan. Tidak perlu anak-anak yang justru malah merepotkan," katanya.

Yaqut juga menuturkan, biarkanlah para milenial tersebut menekuni dunianya masing-masing tanpa harus menjadi Staf Khusus Presiden Jokowi. Sehingga bisa lebih bermakna.

"Kalau diharapkan bisa membantu karena kemilenialannya. Biarkan mereka membantu melalui dunia yang mereka tekuni sebelum menjadi stafsus. Pasti lebih bermakna," ungkapnya.

Diketahui ‎polemik muncul dari dua Staf Khusus Presiden Jokowi, Andi Taufan Garuda dan Adamas Belva Syah Devara. Mereka berdua pun sudah mengundurkan diri.

Adapun, Andi Taufan Garuda Putra membuat kontroversi usai menerbitkan surat Nomor 003/S-SKP-ATGP/IV/2020 tertanggal 1 April 2020 yang ditujukan kepada seluruh Camat di Indonesia. Surat tersebut berisikan tentang kerjasama sebagai relawan desa lawan Covid-19.

Kontroversi timbul ketika PT Amartha Mikro Fintek disebut sebagai perusahaan yang akan bekerjasama sebagai relawan desa lawan Covid-19. Perusahaan tersebut diketahui milik Andi.

Dengan kata lain, Andi meneken surat pemberitahuan mengatasnamakan Stafsus Presiden untuk perusahaannya sendiri, dan dititipkan kepada Camat seluruh Indonesia, untuk membantu mencegah dan menanggulangi Covid-19.

Kemudian polemik lainnya adalah pemerintah menggandeng Skill Academy by Ruangguru sebagai mitra pemerintah untuk program Kartu Prakerja. Namun hal ini menjadi sorotan karena Ruangguru tersebut ‎dimiliki oleh Staf Khusus Presiden Jokowi, Adamas Syah Belva Devara.

Belakangan, CEO Ruangguru Adamas Belva Syah Devara sudah menyatakan pengunduran dirinya sebagai Staf Khusus Presiden‎. Hal ini karena polemik keterlibatan Ruangguru dalam program Kartu Prakerja.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=J3kwJqfNR1o

https://www.youtube.com/watch?v=gGSkI9fPe7Y

https://www.youtube.com/watch?v=5hmKS9U7yVw

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore