Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Februari 2020 | 00.26 WIB

Disebut Jebak PSK di Hotel, Andre: Masyarakat yang Pesan, Bukan Saya

Jubir BPN Andre Rosiade (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com) - Image

Jubir BPN Andre Rosiade (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Gerindra Andre Rosiade membantah dirinya sengaja menjebak Pekerja Seks Komersil (PSK). Kejadiannya terjadi di Hotel Berbintang di Padang, Sumatera Barat, 26 Januari 2006.

Andre menegaskan, ada pihak ataupun oknum-oknum yang sengaja melakukan penggiringan opini. Seolah-olah dirinya melakukan penjebakan terhadap PSK tersebut.

"Sepertinya ada yang sengaja mengiring opini seakan-akan saya melakukan penjebakan," tegas Andre kepada wartawan, Rabu (5/2).

Andre menuturkan, dirinya sebagai Anggota DPR hanya mendengar aspirasi dari masyarakat yang mengeluhkan adanya kegiatan porstitusi di Padang. "Saya hanya saluran aspirasi masyarakat. Saya tidak mau hanya mendiamkan adanya kemaksiatan," tegasnya.

Andre bahkan mengaku kaget karena dirinya sengaja disebut-sebut memesan PSK. Padahal buktinya tidak ada. Legislator fraksi Gerindra itu mengaku hanya mendapatkan laporan dari masyarakat saja.

"Jadi ini masyarakat yang pesan, bukan saya yang memesan," bebernya.

Andre mengatakan, dirinya melaporkan kepada kepolsian karena adanya dugaan transaksi bisnis 'esek-esek' yang dilakukan oleh remaja di bawah umur. Padahal remaja tersebut seharusnya tidak melakukan tindakan tersebut.

"Jadi ini anak SMP kelas dua yang diperjual belikan," ungkapnya.

Namun demikian, Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra itu menganggap wajar jika dirinya dihujat oleh publik karena pengerebekan ini. Menurutnya itu sudah menjadi risiko dari seorang wakil rakyat.

"Saya enggak peduli dibully dan dihujat. Karena itu resiko politikus," imbuhnya.

Diketahui, penggerebekan bisnis 'esek-esek' terjadi pada 26 Januari 2020 di sebuah hotel berbintang di Kota Padang, Sumatera Barat. Pengrebekan itu dilakukan oleh Tim Cyber Ditreskrimsus Kepolisian Daerah Sumatera Barat.

Diketahui, saat penggerebekan dilakukan, polisi mendapati seorang wanita muda dalam keadaan tanpa busana di salah satu hotel berbintang di kawasan Bundo Kanduang, Padang. Anggota DPR dari dapil Sumbar Andre Rosiade ikut dalam penggerebekan tersebut.

Kasus ini pun disorot oleh Komisi Nasional (Komnas) Perempuan. Komnas Perempuan menyayangkan tindakan ini karena perempuan yang dijadikan korban. Karena untuk membuktikan adanya prostitusi online tidak perlu dengan cara menggerebek seperti itu.

"Itu cara memalukan dan juga merendahkan martabat orang. Kalau mau tahu prostitusi online kan bisa dengan cara penelitian atau yang tidak menimbulkan sensasional," ujar Komisioner Komnas Perempuan Siti Aminah kepada wartawan, Rabu (5/2).
Polisi menetapkan PSK online itu sebagai tersangka. Dia dijerat UU ITE.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore