
Jubir BPN Andre Rosiade (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Gerindra Andre Rosiade membantah dirinya sengaja menjebak Pekerja Seks Komersil (PSK). Kejadiannya terjadi di Hotel Berbintang di Padang, Sumatera Barat, 26 Januari 2006.
Andre menegaskan, ada pihak ataupun oknum-oknum yang sengaja melakukan penggiringan opini. Seolah-olah dirinya melakukan penjebakan terhadap PSK tersebut.
"Sepertinya ada yang sengaja mengiring opini seakan-akan saya melakukan penjebakan," tegas Andre kepada wartawan, Rabu (5/2).
Andre menuturkan, dirinya sebagai Anggota DPR hanya mendengar aspirasi dari masyarakat yang mengeluhkan adanya kegiatan porstitusi di Padang. "Saya hanya saluran aspirasi masyarakat. Saya tidak mau hanya mendiamkan adanya kemaksiatan," tegasnya.
Andre bahkan mengaku kaget karena dirinya sengaja disebut-sebut memesan PSK. Padahal buktinya tidak ada. Legislator fraksi Gerindra itu mengaku hanya mendapatkan laporan dari masyarakat saja.
"Jadi ini masyarakat yang pesan, bukan saya yang memesan," bebernya.
Andre mengatakan, dirinya melaporkan kepada kepolsian karena adanya dugaan transaksi bisnis 'esek-esek' yang dilakukan oleh remaja di bawah umur. Padahal remaja tersebut seharusnya tidak melakukan tindakan tersebut.
"Jadi ini anak SMP kelas dua yang diperjual belikan," ungkapnya.
Namun demikian, Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra itu menganggap wajar jika dirinya dihujat oleh publik karena pengerebekan ini. Menurutnya itu sudah menjadi risiko dari seorang wakil rakyat.
"Saya enggak peduli dibully dan dihujat. Karena itu resiko politikus," imbuhnya.
Diketahui, penggerebekan bisnis 'esek-esek' terjadi pada 26 Januari 2020 di sebuah hotel berbintang di Kota Padang, Sumatera Barat. Pengrebekan itu dilakukan oleh Tim Cyber Ditreskrimsus Kepolisian Daerah Sumatera Barat.
Diketahui, saat penggerebekan dilakukan, polisi mendapati seorang wanita muda dalam keadaan tanpa busana di salah satu hotel berbintang di kawasan Bundo Kanduang, Padang. Anggota DPR dari dapil Sumbar Andre Rosiade ikut dalam penggerebekan tersebut.
Kasus ini pun disorot oleh Komisi Nasional (Komnas) Perempuan. Komnas Perempuan menyayangkan tindakan ini karena perempuan yang dijadikan korban. Karena untuk membuktikan adanya prostitusi online tidak perlu dengan cara menggerebek seperti itu.
"Itu cara memalukan dan juga merendahkan martabat orang. Kalau mau tahu prostitusi online kan bisa dengan cara penelitian atau yang tidak menimbulkan sensasional," ujar Komisioner Komnas Perempuan Siti Aminah kepada wartawan, Rabu (5/2).
Polisi menetapkan PSK online itu sebagai tersangka. Dia dijerat UU ITE.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
