Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Agustus 2019 | 23.43 WIB

Amien Rais: Hidup Bagaikan Sandiwara Singkat

Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais menanggapi rekonsiliasi antara Jokowi dengan Prabowo Subianto. Tanggapan itu dikemukakan di kantor PAN, Kebayoran Baru, Senin (13/7). Miftahulhayat/Jawa Pos - Image

Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais menanggapi rekonsiliasi antara Jokowi dengan Prabowo Subianto. Tanggapan itu dikemukakan di kantor PAN, Kebayoran Baru, Senin (13/7). Miftahulhayat/Jawa Pos

JawaPos.com - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais menjadi salah satu pembicaraan di acara diskusi yang digelar partai berlogo matahari putih itu. Namun dia mendadak tidak menghadirinya karena adanya satu kesibukan yang tidak bisa ditunda.

Amien Rais hanya memberikan surat mengenai pandangan-pandangan politik PAN ke depan. Surat Amien Rais itu dibacakan oleh ‎Instruktur PAN Icu Zukafril di acara diskusi itu.

Dalam suratnya, Amien Rais memberikan padangannya mengenai sikap politik PAN usai Pilpres 2019. Menurutnya ‎sikap oposisi lebih bermartabat, terhormat, dan sesuai aspirasi mayoritas anggota dan para pemilih PAN.

Mantan Ketua MPR ini menilai, apabila PAN mendukung dan masuk dalam koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin, maka akan ada konsekuensi terburuk yang harus dihadapai oleh partai bernuansa biru itu di Pimilu 2024.

"Kalau PAN mendukung tanpa syarat pemerintahan Jokowi, masyarakat luas sangat sinis, dan jangan harap PAN bisa lolos threshold pileg yang akan datang," ujar Icu saat membacakan surat dari Amien Rais di kawasan Taman Mini, Jakarta, Jumat (8/2).

Masih dalam suratnya, alasan Amien Rais untuk menyarankan PAN menjadi oposisi dan tidak bergabung dengan koalisi Jokowi-Ma'ruf demi masa depan PAN di kancah perpolitikan di Indonesia.

"Alangkah aib dan malu, serta hina PAN (bergabung ke Jokowi) untuk kepentingan sesaat, sedangkan masa depan PAN sungguh tragis dan tidak ada lagi jalan kembali," katanya.

Menurut Amien Rais, oposisi juga terhormat karena bisa mengawasi jalannya pemerintahan. Ia menyarankan sikap PAN ini bisa satu suara dengannya tidak bergabung ke pemerintahan. Sehingga PAN jangan sampai mengecewakan suara pendukungnya.

"Hidup cuma sekali. Hidup bagaikan sandiwara singkat, cuma puluhan tahun saja. Mari kita ambil peran dan posisi yang diridhoi Allah. Jangan sebaliknya," pungkasnya.

Sekadar informasi, PAN buka peluang bergabung ke koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin usai Pilpres 2019 ini. Hal ini karena PAN belum menentukan sikap politik.

Ketua PAN, Zulkifli Hasan mengatakan, pihaknya akan mendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin tanpa syarat. Baginya PAN tidak meminta-minta jabatan menteri. Semuanya untuk kemajuan bangsa dan negara.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore