Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 Februari 2019 | 00.48 WIB

KPU diminta Bantu Sosialisasikan Profil Caleg

ILUSTRASI: Pileg 2019 - Image

ILUSTRASI: Pileg 2019

JawaPos.com - Anggota DPR RI Mahfudz Siddiq mengkritik sistem penghitungan suara dalam pemilihan umum (pemilu) serentak yang akan berlangsung pada 17 April 2019 mendatang. Menurut Mahfudz, penghitungan suara calon legislatit (caleg) tak akan menjadi perhatian pemilih jika proses penghitungan dilakukan setelah pemilihan presiden (pilpres).


"Nanti begitu surat suara pilpres sudah dihitung selesai, kira-kira masyarakat masih antusias enggak (dengan) perhitungan di pileg? Menurut saya enggak. Masyarakat akan pulang karena sudah tahu di TPS dia siapa capres yang menang," kata Mahfudz di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2).


Tak hanya soal penghitungan suara. Mahfudz juga mengkritik pelaksanaan pemilu serentak. Anggota DPR dari Fraksi PKS itu menilai pemilu serentak justru menenggelamkan pileg karena kalah pamor dengan pilpres.


Menurutnya, kondisi tersebut dapat berimbas buruk terhadap pileg itu sendiri. Sebab, karena kalah eksis dari pilpres, tidak menutup kemungkinan kalau para caleg akan menggunakan segala cara untuk memperoleh suara.


"Contoh begini, kalau saya sebagai caleg, lalu di lapangan masyarakat ini atensinya full atau lebih dominan ke pilpres, saya merasa terancam," ungkapnya.


"Ketika ingar bingar dan antusiasme masyaraka, pemilih terhadap (pileg) itu semakin kecil, maka setiap caleg akan berpikir cara lain untuk memastikan bahwa dia dapat kursi legislatif," imbuhnya.


Menanggapi pandangan Mahfudz, menurut eks Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiansyah, KPU seharusnya dapat membantu mensosialisasikan profil para caleg. Dia juga mengingatkan peran partai politik (parpol) yang diharapkan dapat mengkampanyekan caleg-calegnya.


"Penyelenggara harusnya membuka lebar seluas-luasnya sosialisasi bukan hanya gimana nanti tangal 17 April. Tapi sosialisasi siapa partai yang ikut pemilu, siapa calon-calon anggota legislatif yang di dalamnya, bagaimana mencoblosnya," jelasnya.


"Ke depan walaupun tinggal 50 hari lagi harus segera diupayakan, baik itu dari partainya, siapa saja caleg itu harus buka diri," pungkasnya.


Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore