Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 November 2015 | 13.59 WIB

MPG Yakini Agung dan Ical Bisa Kompromi Bagi-Bagi Posisi

Ketua umum Golkar hasil musyawarah nasional (munas) Ancol, Agung Laksono (paling kiri) bersama tokoh senior Golkar Luhut B Panjaitan, Ketua Umum Golkar hasil munas Bali, Aburizal Bakrie dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam acara Silatnas Golkar beberapa w - Image

Ketua umum Golkar hasil musyawarah nasional (munas) Ancol, Agung Laksono (paling kiri) bersama tokoh senior Golkar Luhut B Panjaitan, Ketua Umum Golkar hasil munas Bali, Aburizal Bakrie dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam acara Silatnas Golkar beberapa w

JawaPos.Com - Ketua Mahkamah Partai Golkar (MPG) Muladi mengisyaratkan rekonsiliasi sebagai solusi atas konflik internal di partainya semakin mendekati kenyataan. Menurutnya, sudah ada arah kompromi antara kubu Agung Laksono dengan Aburizal Bakrie yang kini berkonflik memperebutkan kepengurusan Golkar.



Muladi mengatakan, Ical -sapaan Aburizal- dan Agung sudah siap untuk bersama-sama duduk dalam kepengurusan Golkar yang baru nanti pasca-rekonsiliasi. Agung yang memelopori musyawarah nasional (munas) Golkar di Ancol, kata Muladi, sudah bersedia menjadi wakil ketua umum atau ketua harian jika Ical yang menjadi ketua umum.



Tawaran bagi-bagi posisi itu pun sudah mendapat respon positif dari kubu Ical hasil munas Golkar di Bali. "Saya dengar terakhir diterima,"‎ ujar Muladi saat menggelar konferensi pers bersama Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Golkar di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (10/11).



Untuk teknis pembagian kerja ketua umum dengan ketua harian, kata Muladi, akan dibahas sesuai fungsi masing-masing.  "Pemisahan fungsinya jangan sampai menimbulkan masalah di lapangan," sambungnya.



Namun demikian, Muladi berharap agar Agung dan Ical sama-sama terlebih dulu membentuk kepengurusan transisi. Sebab, putusan Mahkamah Agung meski sudah membatalkan keabsahan kepengurusan kubu Agung, namun juga tidak menganggap kubu Ical sebagai pengurus yang sah di Golkar.



Karenanya, kata Muladi, perlu kadanya epengurusan transisi yang mengakomodasi kepentingan masing-masing kubu. "Aspirasi harus diterima. Kalau nggak mau ya kebangetan," ketus Muladi. ‎



Mantan hakim agung itu menegaskan, konflik internal di Golkar sudah berlangsung hampir setahun. Jika kubu yang bertikat masih memikirkan kepentingan masing-masing saja, lanjut Muladi, maka Golkar akan merugi.



"‎Elite dan kader jangan berpikir individual, sepotong, ad hoc (sementara, red). Harus berpikir sistemik, integral dengan perspektif jangka panjang," tandasnya.(dna/JPG)

Editor: Ayatollah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore