
Ketua umum Golkar hasil musyawarah nasional (munas) Ancol, Agung Laksono (paling kiri) bersama tokoh senior Golkar Luhut B Panjaitan, Ketua Umum Golkar hasil munas Bali, Aburizal Bakrie dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam acara Silatnas Golkar beberapa w
JawaPos.Com - Ketua Mahkamah Partai Golkar (MPG) Muladi mengisyaratkan rekonsiliasi sebagai solusi atas konflik internal di partainya semakin mendekati kenyataan. Menurutnya, sudah ada arah kompromi antara kubu Agung Laksono dengan Aburizal Bakrie yang kini berkonflik memperebutkan kepengurusan Golkar.
Muladi mengatakan, Ical -sapaan Aburizal- dan Agung sudah siap untuk bersama-sama duduk dalam kepengurusan Golkar yang baru nanti pasca-rekonsiliasi. Agung yang memelopori musyawarah nasional (munas) Golkar di Ancol, kata Muladi, sudah bersedia menjadi wakil ketua umum atau ketua harian jika Ical yang menjadi ketua umum.
Tawaran bagi-bagi posisi itu pun sudah mendapat respon positif dari kubu Ical hasil munas Golkar di Bali. "Saya dengar terakhir diterima," ujar Muladi saat menggelar konferensi pers bersama Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Golkar di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (10/11).
Untuk teknis pembagian kerja ketua umum dengan ketua harian, kata Muladi, akan dibahas sesuai fungsi masing-masing. "Pemisahan fungsinya jangan sampai menimbulkan masalah di lapangan," sambungnya.
Namun demikian, Muladi berharap agar Agung dan Ical sama-sama terlebih dulu membentuk kepengurusan transisi. Sebab, putusan Mahkamah Agung meski sudah membatalkan keabsahan kepengurusan kubu Agung, namun juga tidak menganggap kubu Ical sebagai pengurus yang sah di Golkar.
Karenanya, kata Muladi, perlu kadanya epengurusan transisi yang mengakomodasi kepentingan masing-masing kubu. "Aspirasi harus diterima. Kalau nggak mau ya kebangetan," ketus Muladi.
Mantan hakim agung itu menegaskan, konflik internal di Golkar sudah berlangsung hampir setahun. Jika kubu yang bertikat masih memikirkan kepentingan masing-masing saja, lanjut Muladi, maka Golkar akan merugi.
"Elite dan kader jangan berpikir individual, sepotong, ad hoc (sementara, red). Harus berpikir sistemik, integral dengan perspektif jangka panjang," tandasnya.(dna/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
