
Ketua Mahkamah Partai Golkar (MPG) Muladi.
JawaPos.Com - Ketua Mahkamah Partai Golkar (MPG) Muladi mengusulkan ke Agung Laksono dan Aburizal Bakrie membuat kepengurusan transisi. Muladi menyampaikan hal itu untuk merespon keresahan organisasi sayap Golkar, Angkatan Muda Pembangunan Indonesia (AMPI) Golkar atas kisruh internal di partai berlambang beringin hitam itu.
Muladi mengatakan, putusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan surat keputusan menteri hukum dan HAM (Menkumham) tentang kubu Agung sebagai pengurus sah Golkar justru menimbulkan multitafsir. Sebab, putusan itu juga tidak memberikan pengakuan atas golkar kubu Aburizal hasil musyawarah nasional (munas) di Bali.
"Saya tidak salahkan MA, tapi sebetulnya, MA punya kewenangan akhiri konflik ini," ujarnya saat menggelar konferensi pers bersama AMPI di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (10/11).
Mantan hakim agung itu mengatakan, tafsiran atas putusan MA berarti mengembalikan kepengurusan Golkar ke hasil munas Riau. Yakni Ical -sapaan Aburizal- sebagai ketua umum dan Agung sebagai wakilnya.
Persoalannya, kata Muladi, masa kepengurusan Golkar hasil munas Riau sudah habis. Karenanya harus ada kepengurusan transisi yang merujuk pada munas Riau.
"Kembali ke Riau, ketua memang ARB, Agung bisa wakil merangkap ketua harian," imbuhnya.
Meski demikian Muladi juga mengatakan, jika Ical tetap menjadi ketua umum Golkar dalam masa transisi maka tetap harus mengakomodasi kelompok Agung. Bahkan kalaupun jumlah kepengurusan harus membengkak, Muladi menganggapnya bukan persoalan.
"Kepengurusan banyak berarti Golkar kaya dengan kader-kadernya. Kalau disuplai dengan kesadaran, soliditas, saya yakin tidak masalah," ucap Muladi.
Lebih lanjut dia menjelaskan, tujuan pembentukan kepengurusan transisi adalah mendorong rekonsiliasi melalui munas. "Begitu kepengurusan transisi tercapai, nah rapimnas, disitu tentukan munas," imbuh dia.
Karenanya, kepengurusan transisi tentunya memiliki batas waktu. Namun, hingga kapan kepengurusan transisi berlangsung, Muladi menyebutnya tergantung pada kedua kubu.
"Itu biar dibicarakan dan diselesaikan mereka. Yang penting pemikiran masa transisi diterima. Nanti selanjutnya tergantung AD/ART," tandasnya.(dna/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
