
Presiden Joko Widodo.
JawaPos.Com - Hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan bahwa masih banyak kekurangan dalam satu tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo. Hal itu bisa terlihat dari beberapa penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional, politik, penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.
Namun demikian, Jokowi -sapaan Joko Widodo- masih tetap menjadi harapan rakyat. Bahkan jika pemilihan presiden digelar lagi saat ini, elektabilitas Jokowi masih belum tertandingi.
Direktur Eksekutif SMRC, Djayadi Hanan mengatakan, tingkat penerimaan (akseptabilitas) masyarakat terhadap kinerja Jokowi memang tidak tinggi. Namun, katanya, masyarakat belum atau tidak memiliki calon pemimpin alternatif.
Berdasar survei SMRC yang dilakukan 7-13 Oktober 2015 terhadap 1.220 responden, Jokowi masih menjadi tokoh terpopuler. "Dalam pertanyaan terbuka, apabila pemilihan presiden dilakukan pada saat survei dilaksanakan, secara spontan 25,4 persen masyarakat akan kembali memilih Jokowi sebagai presiden," kata Djayadi dalam paparan survei bertajuk “Evaluasi Publik Nasional Setahun Pemerintahan Jokowi” di Jakarta, Selasa (20/10).
Ia menuturkan, dari survei dengan metode penarikan sampel secara acak itu juga diketahui bahwa elektabilitas Jokowi masih berada di atas Prabowo Subianto(14,3 persen) dan Susilo Bambang Yudhoyono sebanyak 5,1 persen. "Nama-nama lain memperoleh dukungan kurang dari dua persen," kata dia.
Lantas, mengapa rakyat masih memilih Jokowi? Menurut Djayadi, ada dua kemungkinan sehingga masih banyak responden memilih Jokowi. Pertama, Jokowi baru setahun memimpin pemerintahan sehingga belum perlu dicopot.
"Jadi masyarakat kritis, tapi belum masuk ke dalam kategrori anarkis. Mereka kasih kesempatan pada presiden, masih melakukan konsolidasi kekuatan politik untuk menyentuh isu yang langsung berkaitan dengan masyarakat," ujarnya.
Alasan kedua, kata dia, belum ada tokoh baru yang muncul selain Jokowi, Prabowo, dan SBY. Akibatnya, masyarakat tetap memberikan kepercayaan pada presiden, memberi ruang untuk bergerak lebih baik lagi.
"Tapi pada tahun kedua, masyarakat menuntut pesan-pesan yang baik. Kalau presiden enggak mampu bangun infrastruktur, akan dihukum oleh rakyat," pungkasnya.(put/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
