Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 Januari 2019 | 22.38 WIB

Bikin Debat Jadi Tontonan Memalukan, KPU Diminta Angkat Tangan

Jokowi dan Prabowo berpelukan usai acara debat capres perdana di Jakarta, Kamis (17/1) malam - Image

Jokowi dan Prabowo berpelukan usai acara debat capres perdana di Jakarta, Kamis (17/1) malam

JawaPos.com - Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago mengkritik pedas Komisi Pemilihan Umum (KPU) atas caranya menyelenggarakan debat perdana. Dia menilai KPU telah sukses membuat debat sebagai tontonan paling memalukan dalam sejarah debat Pilpres di Indonesia.


"KPU sepertinya tidak punya malu dan beban moral memberikan tontonan yang tidak mendidik padahal hajatan ini memakan biaya yang tidak sedikit," ujar Pangi di Jakarta, Senin (21/1).


Sementara itu argumentasi KPU memberi kisi-kisi untuk menjaga martabat pasangan Capres-Cawapres dianggap tidak masuk akan. Langkah itu merupakan terobosan paling gila sepanjang sejarah.


Seharusnya menurut Pangi, pertanyaan datang langsung dari panelis secara dadakan saat debat. Biarkan para kandidat menjawab dengan segala kemampuan yang dimilikinya.


Nantinya akan terjadi saling sanggah atar paslon jika diberi kebebasan seperti itu. Bahkan jika perlu tidak perlu ada pendukung paslon hadir di lokasi debat. Karena debat bukan untuk sebatas adu yel-yel maupun adu tepuk tangan antar pendukung paslon, melainkan sarana rakyat mengetahui program calon pemimpinnya.


"KPU harus juga mampu mengagregasi kehendak publik sebagai pemilih yang juga punya hak untuk mendapatkan informasi yang cukup komprehensif melalui debat yang berkualitas," imbuh Pangi.


Lebih lanjut Pangi menegaskan, jika KPU merasa tidak sanggup mengadakan debat yang berkualitas, maka sebaiknya 'angkat tangan' dan menyerahkannya kepada pihak lain.


"KPU fokus saja pada teknis Pemilu seperti kesiapan logistik dan penyelenggaraan pemilu sampai ke tingkat TPS. Untuk debat publik serahkan saja pada ahlinya," pungkasnya.


Pangi menilai untuk menyelenggarakan debat KPU bisa berkolaborasi dengan lembaga kredibel seperti, universitas, lembaga penyiaran televisi dan radio, hingga sekelas mahasiswa pun bisa digandeng untuk menyajikan debat yang berkelas, tidak seperti debat 17 Januari lalu yang dianggap mirip cerdas cermat.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore