Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 Februari 2017 | 15.23 WIB

Raja Salman Tiba Besok Siang, Siap Kerahkan 10 Ribu Personel

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis Al Saud - Image

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis Al Saud

JawaPos.com - Kedatangan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud ke Indonesia akan dimanfaatkan untuk memerangi penyebaran paham radikal Pemerintah Indonesia mengagendakan pertemuan pemimpin Arab Saudi itu dengan tokoh Islam untuk memberikan pemahaman soal dakwah yang modern dan damai. 



Agenda tersebut diungkapkan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin setelah bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin. Selain Lukman, Jokowi juga memanggil Menlu Retno Marsudi dan Menteri ESDM Ignasius Jonan untuk membahas kedatangan raja bersama rombongannya yang berjumlah 1.500 orang itu.



"Raja akan bertemu secara khusus dengan tokoh-tokoh agama (Islam, Red). Yang ini juga kita persiapkan. Juga pertemuan dengan tokoh-tokoh agama lain," kata Lukman. 



Raja Salman dijadwalkan tiba di Indonesia besok (1/3) dengan mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma. Selama berada di Indonesia, dia akan menjalani beberapa pertemuan bilateral dan pertemuan dengan parlemen, berkunjung ke Masjid Istiqlal, juga berlibur. Pertemuan yang digagas Lukman itu akan melengkapi perjalanan kenegaraan sang raja di tanah air. 



Lukman belum menyebutkan siapa saja tokoh yang bakal dipertemukan dengan Raja Salman. Dia hanya memastikan bahwa pertemuan itu merupakan inisiatif pemerintah Indonesia. Direncanakan, dialog dalam pertemuan tersebut lebih diarahkan pada bagaimana menyamakan persepsi dalam memerangi ekstremisme. Juga bagaimana mengutamakan modernisasi dalam dakwah maupun hubungan antarumat beragama. Dengan begitu, manfaat positif agama dalam menjaga peradaban dunia bisa dirasakan. 



"Bukan malah sebaliknya, agama dijadikan alat atau dipolitisasi untuk tujuan-tujuan pragmatis dan politis sekelompok orang saja," lanjut politikus PPP itu. Hal tersebut justru bertolak belakang dengan esensi ajaran agama sendiri. 



Saat ini pihaknya masih melakukan pembicaraan dengan Saudi agar dialog tersebut bisa benar-benar terlaksana. 



Raja Salman direncanakan mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, besok siang, pukul 12.30. Presiden Joko Widodo akan menjemput langsung di pintu pesawat. Publik diminta tidak beranggapan bahwa penyambutan itu berlebihan. "Waktu Presiden ke Saudi, Raja itu jalan pakai tongkat menuju pintu pesawat untuk menyambut, padahal saat itu sedang badai," terang Kepala Sekretariat Presiden Darmansjah Djumala.



Pengamanan kepolisian untuk kedatangan Raja Salman benar-benar ketat. Tak tanggung-tanggung, Korps Bhayangkara menyiapkan 10 ribu personel untuk mengamankan kunjungan Raja Salman dan rombongannya. 



Kemarin (27/2) Duta Besar Arab Saudi Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi bertemu dengan Wakapolri Komjen Syafruddin untuk membahas pengamanan kegiatan kunjungan Raja Salman



Ditemui setelah pertemuan tersebut, Wakapolri menuturkan bahwa 10 ribu personel itu akan dikerahkan ke tiga posisi. Yakni, Jakarta, Bogor, dan Bali. "Dalam pembahasan tadi, sudah saya jelaskan secara mendetail pada dua besar," ungkapnya. 



Rencananya, sekitar 2 ribu personel melakukan pengamanan di Jakarta. Lalu, 2.500 personel diplot berjaga di Bogor dan lebih dari 5 ribu personel mengamankan kunjungan Raja Salman di Pulau Dewata. "Pengamanan sudah dibagi dalam beberapa ring," ungkap jenderal tiga bintang tersebut. 



"Dengan pengalaman saya sebagai atase militer di Indonesia, saya percaya dengan pengamanan di Indonesia," kata Osama. (byu/idr/c11/c7/ang) 


Editor: Thomas Kukuh
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore