
Novel Baswedan saat diwawancarai Jawa Pos di Singapura beberapa waktu lalu. (Imam Husein/Jawa Pos)
Jawapos.com - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan sudah resmi kembali ke tanah air. Namun, sudah lewat sepuluh bulan misteri kasus penyiraman cairan kimia ke Novel Baswedan belum juga terungkap.
Menanggapi hal itu, Ketua MPR Zulkifli Hasan mengatakan, kepulangannya Novel setelah menjalani operasi dan perawatan di RS Singapura menjadi momentum untuk segera menyelesaikan kasus tersebut. Hal itu dilakukan supaya tidak menimbulkan persepsi macam-macam oleh publik.
“Sekaligus, supaya tidak menjadi pertanyaan terus dan tidak jadi isu yang tidak berkesudahan," ujar Zulkifli Hasan saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (22/2).
Menurut Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini, bisa jadi kasus Novel Baswedan ini menjadi imbas negatif. Karena tidak kunjung terungkap. Apalagi saat ini sudah memasuki tahun politik. Tentu saja segala hal bisa terjadi.
"Namanya isu dan rumor banyak yang jadi negatif, dan ini jelas merugikan pemerintah dan presiden,” katanya.
Zulkifli menambahkan, apabila kasus ini tetap dibiarkan begitu saja tanpa terungkap siapa pelaku dan orang di belakangnya. Dia khawatir citra yang sudah baik dibagun oleh Polri akan berubah jelek seiring timbulnya persepsi dari masyarakat. Bahkan bukan tidak mungkin, akan merugikan Presiden Joko Widodo
"Pada akhirnya kalau ini tidak selesai yang dirugikan Presiden. Apalagi ini sudah masuk tahun politik. Agustus sudah pendaftaran capres-cawapres. Padak akhirnya presiden yang dirugikan," pungkasnya.
Sekadar informasi, 11 April 2017 lalu, wajah Novel Baswedan disiram dengan cairan kimia oleh dua orang tidak dikenal, usai dirinya menunaikan Salat Subuh berjamaah di kediamannya kawasan Kelapa Gading.
Mendapatkan serangan tersebut, Novel pun dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Kelapa Gading. Namun sore harinya dirujuk ke RS Jakarta Eye Center. Luka parah di bagian matanya akhirnya Novel memutuskan untuk menjalani perawatan di RS Singapura.
Sementara Polda Metro Jaya juga sudah merilis sketsa wajah dua orang yang diduga pelaku penyiraman cairan kimia terhadap Novel Baswedan.
Namun sepuluh bulan berselang atas kejadian penyiraman cairan kimia itu. Pelakunya ataupun orang dibelakangnya belum juga bisa diungkap oleh pihak kepolisian.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
