Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 31 Maret 2018 | 23.55 WIB

Prabowo Ditawari Rp 15 Triliun, Eva Sundari: ‘Ngarange Mekso!’

Fungsionaris Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Eva Kusuma Sundari - Image

Fungsionaris Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Eva Kusuma Sundari

JawaPos.com – Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Perjuangan (PDIP) Prabowo Subianto kabarnya ditawari duit Rp 15 triliun supaya mau menjadi pendamping Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019. Kabar ini tentu menjadi tanda tanya di benak publik, benarkah kubu Jokowi seperti itu?


Menanggapi kabar tersebut, fungsionaris Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Eva Kusuma Sundari mengaku, sepengetahuan dirinya Jokowi bukanlah tipikal orang seperti itu.


Uang sebesar Rp 15 triliun itu sangatlah banyak. Eva mengatakan, uang sebanyak itu lebih baik digunakan untuk strategi lain dalam  pemenangan Jokowi di Pilpres 2019.


“Kan mending buat biaya nyapres daripada dikasih untuk membujuk wapres. Apalagi (kandidat) cawapres Jokowi 'bejibun'” ujar Eva kepada JawaPos.com, Sabtu (31/3).


Eva menambahkan, Jokowi juga bukan orang yang mempunyai banyak uang. Untuk keperluan Pilpres 2019 saja Jokowi pun akan meminta urunan dari partai koalisi pendukung, ataupun dari pihak sponsor.


“Kan Pak Jokowi itu kategori sugih tanpa bondo (kaya namun tidak punya harta benda),” katanya.


Oleh sebab itu, Anggota Komisi XI DPR-RI ini mengaku tidak percaya adanya uang rayuan ke Prabowo Subianto tersebut. Dia menduga ada pihak-pihak yang ingin membuat suasana menjadi gaduh.


Apalagi ada tuduhan orang yang merayu Prabowo Subianto itu berasal dari pihak istana.


“Analisisku ada yang mau ngacau Jokowi. Black campaign gitu. Sehingga mengaku utusan istana. Di politik itu paling rawan klaim-klaim-an. Saya tidak percaya. Ngarange mekso (mengarangnya terlalu memaksa),” pungkasnya.


Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyebutkan, Prabowo Subianto ditawari mahar Rp 15 triliun oleh seorang pengusaha yang mengatasnamakan utusan istana. Uang sebesar Rp 15 triliun itu sebagai mahar asal Prabowo mau menjadi cawapres Jokowi di Pilpres 2019.


Bahkan, menurut Said, tawaran yang datang ke Prabowo bukan hanya duit. Tetapi juga dalam bentuk seperti proyek yang jumlahnya puluhan triliun rupiah. Diketahui, Said Iqbal memang selama ini dikenal cukup dekat dengan mantan Danjen Kopassus tersebut. Ia kerap berkomunikasi langsung dengan Prabowo.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore