
Skuad timnas Spanyol U-17 akan bertanding melawan Kanada di pertandingan pertama babak penyisihan grup B Piala Dunia U-17. (Sumber: Akun Twitter Timnas Spanyol)
JawaPos.com - Pertandingan pertama Piala Dunia U-17 babak penyisihan Grup B telah mempertemukan Spanyol dan Kanada di Stadion Manahan, Solo pada Jumat (10/11) pukul 19.00 WIB.
Spanyol diprediksi langsung tancap gas menyabet tiga poin dengan mudah. Berisikan talenta terbaik dari akademi Barcelona, Real Madrid hingga Altetico Madrid, sang juru taktik, Jose Lana punya banyak opsi untuk mengisi susunan line-up mereka.
Kedatangan penyerang muda Barcelona, Marc Guiu bisa menambah variasi serangan Spanyol.
Melihat debut senior sekaligus gol perdananya kontra Altetico Bilbao di La Liga, kemampuannya sebagai bomber tengah tidak dapat diragukan lagi.
Baik digunakan sebagai starter maupun supersub, pemain kelahiran 2006 itu bisa jadi kartu AS apabila lini serang La Rojita mengalami kebuntuan.
Selain punya tambahan amunisi di lini depan, Spanyol juga punya catatan positif dengan raihan tiga kemenangan beruntun di kualifikasi Euro U-17.
Tak hanya itu, dari tiga pertandingan itu, mereka cukup produktif dengan mengemas 17 gol dan hanya sekali kebobolan.
Lima kali finis runner-up Piala Dunia U-17 pada tahun 1991, 2003, 2007 dan 2017, timnas Spanyol jelas mematok target tinggi, termasuk keluar sebagai sang juara.
Sementara itu di kubu Kanada, ini adalah kompetisi kedelapan yang mereka ikuti sejak menjadi tuan rumah pada 1987 (saat itu disebut turnamen U-16).
Menghadapi Spanyol di pertandingan pertama, tim asal Amerika Utara itu bakal kesulitan menghadapi komposisi skuad Marc Guiu cs yang komplit di semua lini.
Bagaimanapun, menurut manajer Kanada, Andrew Olivieri, pertandingan kontra Spanyol akan jadi modal bagus bagi timnya untuk bisa mengukur sejauh mana perkembangan mereka.
“Pertandingan pertama selalu krusial, (dan) ini pertandingan yang menentukan arah turnamen, tapi saya rasa anda bisa mendapatkan tim yang lebih baik bermain di pertandingan pertama anda agar pemain bisa termotivasi,” ujar Olivieri dikutip dari Canada Soccer.
Meski tidak diunggulkan, sang pelatih tidak mau angkat tangan begitu saja karena perbandingan rangking FIFA U-17 mereka dengan Spanyol yang begitu kontras.
Untuk mengalahkan tim Matador, pelatih 42 tahun itu menyebut kalau timnya membutuhkan kerjasama yang didorong oleh disiplin, ketahanan, dan keberanian.
Selama melatih Les Rouges, kiprah Olivieri bisa dikatakan cukup impresif. Mereka pernah lolos hingga semifinal Concacaf U-17 pada Februari lalu. Sayangnya, Kanada gagal merengkuh final karena ditumbangkan Amerika Serikat.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
