
Thomas Tuchel sebut pidato Jordan Henderson jadi kunci kebangkitan Inggris hadapi Prancis di perebutan tempat ketiga piala dunia. (@england/Instgaram).
JawaPos.com - Pelatih timnas Inggris Thomas Tuchel meminta anak asuhnya tetap bangga dengan pencapaian di Piala Dunia 2026 meski gagal melaju ke final. Tuchel menyebut keberhasilan finis di peringkat ketiga dapat menjadi fondasi kuat untuk meraih kesuksesan di turnamen berikutnya.
Timnas Inggris memastikan medali perunggu usai menang 6-4 dari Prancis dalam laga perebutan posisi ketiga Piala Dunia 2026 di Miami pada Minggu (19/7). Kemenangan itu menjadi pencapaian terbaik Inggris di Piala Dunia sejak 1966, sekaligus catatan terbaik mereka di turnamen yang digelar di luar negeri.
Usai pertandingan, Thomas Tuchel mengungkapkan bahwa persepsi masyarakat bisa sangat fluktuatif dan tidak selalu mencerminkan realitas performa tim.
“Sejujurnya, konferensi pers kemarin terasa seolah-olah kami tersingkir di fase grup tanpa satu pun kemenangan. Namun, 24 jam kemudian, kami meraih kesuksesan terbesar dalam 60 tahun. Jadi, kami berusaha untuk tidak terlalu terpuruk saat berada di titik terendah dan tidak terlalu larut dalam euforia saat berada di puncak,” ujar Tuchel dikutip dari ESPN.
Menurut dia, respons tim di lapangan menjadi kunci kebangkitan Inggris. “Hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah bereaksi di lapangan dan meraih kemenangan berikutnya. Segala hal lainnya hanyalah sekadar bicara dan bicara tidak menghasilkan poin. Anda harus menghadapinya, tetap kuat, dan terus percaya,” kata dia.
Tuchel mengakui kegagalan mencapai final tetap menyisakan rasa sakit. Namun, Tuchel berharap para pemain tetap bangga dengan pencapaian itu seiring waktu. “Ini merupakan medali pertama dalam 60 tahun dan pencapaian terbaik di Piala Dunia yang digelar di luar negeri, jadi saya berharap para pemain nantinya bisa merasa bangga akan hal itu,” ujar dia.
“Kami sangat ambisius dengan impian untuk melaju ke final dan menjuarai Piala Dunia, jadi rasanya sangat menyakitkan saat gagal mencapainya. Rasa sakitnya mungkin akan berlalu, tetapi bekas lukanya akan tetap membekas. Begitulah kenyataan dalam dunia olahraga tingkat tinggi,” lanjut Tuchel.
Pelatih asal Jerman itu juga meyakini hasil kali ini dapat menjadi dorongan bagi Timnas Inggris, terlebih Tuchel masih akan menangani tim hingga 2028. Tuchel menilai kemenangan atas Prancis membantu mempersempit jarak dengan tim-tim elite dunia.
“Kemarin saya sampaikan di sini bahwa kami ingin menutup kesenjangan ini. Kami merasa masih ada jarak yang perlu dipangkas, jarak dengan tiga tim teratas yang berada di atas kami dalam peringkat dunia dan upaya itu dimulai hari ini,” kata Tuchel.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Kronologi Kecelakaan Maut BYD M6 di Kembangan Jakbar, Ibu dan Anak Meninggal di TKP
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Bournemouth vs Lincoln City di Carabao Cup: The Cherries Menang Lewat Adu Penalti
Kasus Keracunan MBG Berastagi Sisakan Masalah Serius, Siswa Alami Gangguan Saraf hingga Jantung
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor AEK Athens vs LASK Linz di Liga Champions: Tuan Rumah Pesta Gol!
Raditya Dika Gagal Pulang ke Indonesia, Pesawat dari Doha Putar Balik Usai 4 Jam di Udara
