Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 19 Juli 2026 | 22.58 WIB

Luis de la Fuente Khawatir soal Kepemimpinan Wasit di Final Piala Dunia 2026

Pelatih Spanyol Luis de la Fuente berharap wasit Slavko Vincic mampu mengendalikan laga final Piala Dunia 2026 melawan Argentina. (@sefutbol/Instagram). - Image

Pelatih Spanyol Luis de la Fuente berharap wasit Slavko Vincic mampu mengendalikan laga final Piala Dunia 2026 melawan Argentina. (@sefutbol/Instagram).

JawaPos.com - Pelatih timnas Spanyol Luis de la Fuente menyampaikan kekhawatiran terkait kepemimpinan wasit menjelang final Piala Dunia 2026 melawan Argentina. Meski mengaku percaya pada kualitas perangkat pertandingan, dia berharap FIFA memastikan aturan ditegakkan secara konsisten dalam laga penentuan gelar tersebut.

FIFA telah menunjuk wasit asal Slovenia Slavko Vincic untuk memimpin pertandingan final antara Spanyol dan Argentina yang berlangsung pada Minggu (19/7) malam. 

Vincic bukan sosok asing bagi Argentina. Dia merupakan wasit yang memimpin laga ketika La Albiceleste secara mengejutkan kalah 2-1 dari Arab Saudi pada Piala Dunia 2022, pertandingan yang diwarnai sejumlah keputusan kontroversial.

Meski demikian, De la Fuente menegaskan tidak khawatir pengalaman tersebut akan memengaruhi cara Vincic memimpin pertandingan nanti. Yang menjadi perhatian utamanya adalah bagaimana sang wasit mengendalikan jalannya laga.

Minta Wasit Tegas Menegakkan Aturan

Sepanjang turnamen, Argentina beberapa kali mendapat sorotan karena dianggap menggunakan berbagai cara untuk memengaruhi jalannya pertandingan. Melansir Metro Sport, De la Fuente pun berharap wasit tidak membiarkan situasi semacam itu berkembang di final.

"Wasit tidak bisa bertindak pasif dan membiarkan aturan dilanggar. Garis-garis legalitas sepak bola itu tidak boleh dilanggar. Saya memiliki keyakinan yang teguh pada para wasit, tetapi saya juga memiliki keyakinan yang teguh bahwa kita jelas tahu jenis pertandingan seperti apa yang perlu kita hadapi," ujar De La Fuente.

Pelatih berusia 65 tahun itu juga mengingatkan anak asuhnya agar tidak terpancing provokasi dan tetap berpegang pada identitas permainan Spanyol.

"Mereka akan memainkan sepak bola mereka, tetapi kita harus fokus sepenuhnya dan secara eksklusif pada gaya permainan kita sendiri, memperkuat gaya permainan kita dan memperbaikinya. Jika kita menyimpang dari filosofi dan model kita, kita akan menderita," terang dia.

"Kami merasa nyaman di arena sepak bola, dalam permainan, dalam bersikap setia pada ide kami, dan tidak terpancing oleh provokasi," imbuh dia.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore