Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 19 Juli 2026 | 19.40 WIB

FIFA Masih Selidiki Spanduk Malvinas, Pejabat Gedung Putih Bela Tindakan Pemain Argentina

Kontroversi perayaan kemenangan Timnas Argentina atas Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026. Pemain Argentina membentangkan spanduk bertulis Malvinas adalah milik Argentina. (Istimewa) - Image

Kontroversi perayaan kemenangan Timnas Argentina atas Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026. Pemain Argentina membentangkan spanduk bertulis Malvinas adalah milik Argentina. (Istimewa)

JawaPos.com - Kontroversi perayaan kemenangan Argentina atas timnas Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026 masih terus bergulir. Kali ini, Kepala Satuan Tugas (Satgas) Piala Dunia 2026 Gedung Putih Andrew Giuliani ikut angkat bicara terkait aksi para pemain Argentina yang membentangkan spanduk bertuliskan Malvinas adalah milik Argentina seusai pertandingan.

Pernyataan Giuliani menarik perhatian karena dia menilai para pemain Albiceleste memiliki hak menyampaikan pendapat mereka selama berada di Amerika Serikat. Menurut dia, kebebasan berbicara merupakan hak yang dijamin dalam konstitusi negara tersebut.

"Kami percaya pada hak kebebasan berbicara. Mereka memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya selama berada di Amerika Serikat," ujar Giuliani ketika dimintai tanggapan mengenai insiden tersebut.

Meski memberikan pembelaan, Giuliani menegaskan bahwa pemerintah Amerika Serikat tidak memiliki kewenangan mengatur jalannya turnamen ataupun menentukan sanksi. Semua keputusan mengenai dugaan pelanggaran disiplin tetap berada di tangan FIFA sebagai penyelenggara kompetisi.

Hingga kini, FIFA masih mempelajari laporan resmi pertandingan sebelum menentukan apakah insiden tersebut layak ditindaklanjuti melalui proses investigasi. Aksi para pemain Argentina menuai sorotan karena dilakukan di tengah sengketa panjang Kepulauan Falkland atau Malvinas antara Argentina dan Inggris.

Dalam regulasi FIFA, penggunaan simbol atau pesan yang mengandung unsur politik saat pertandingan berlangsung menjadi salah satu hal yang dilarang. Laporan yang beredar menyebutkan spanduk tersebut dibuat oleh sekelompok suporter Argentina menggunakan kain seprai dan cat sebelum pertandingan dimulai.

Spanduk itu kemudian berhasil dibawa masuk ke stadion dan dilemparkan ke lapangan setelah laga usai. Bek Argentina Gonzalo Montiel sebelumnya mengklaim para pemain tidak mengetahui keberadaan spanduk tersebut sejak awal.

Dia mengatakan, benda itu berasal dari tribun penonton sebelum akhirnya diambil oleh beberapa pemain saat merayakan kemenangan. "Kami hanya mengambil spanduk yang dilempar dari tribun," kata Montiel dalam keterangannya.

Dukungan terhadap aksi para pemain juga datang dari Presiden Argentina Javier Milei. Dia menilai para pemain hanya mengekspresikan keyakinan mereka terkait Malvinas dan memperkirakan jika FIFA menjatuhkan hukuman, bentuknya kemungkinan hanya berupa sanksi administratif atau denda.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore