
Timnas Inggris jumpa Argentina di semifinal Piala Dunia 2026. Duel klasik ini kembali mengingatkan dunia pada Perang Malvinas 1982. (Dok. @England)
JawaPos.com - Argentina vs Inggris kembali bertemu di semifinal Piala Dunia 2026. Di balik perebutan tiket menuju final, duel klasik ini juga menghidupkan kembali memori Perang Malvinas 1982 yang selama puluhan tahun menjadi bagian dari rivalitas kedua negara, baik di dunia politik maupun sepak bola.
Perang Malvinas berlangsung selama 74 hari pada 1982. Konflik tersebut dipicu oleh invasi militer Argentina ke Kepulauan Malvinas, wilayah yang saat itu dikuasai Inggris. Sengketa juga mencakup Georgia Selatan dan Kepulauan Sandwich Selatan di Samudra Atlantik Selatan.
Argentina mengklaim Kepulauan Malvinas sebagai wilayah yang diwarisi dari Spanyol setelah meraih kemerdekaan pada 1816. Di sisi lain, Inggris telah menguasai kepulauan tersebut secara de facto sejak 1833.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebenarnya sempat mendorong kedua negara untuk menyelesaikan sengketa melalui jalur diplomasi. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil sehingga perang akhirnya pecah pada 1982.
Pada awal konflik, pasukan Argentina berhasil merebut ibu kota Kepulauan Malvinas, Stanley. Invasi tersebut memicu respons militer besar-besaran dari Inggris.
Pertempuran berlangsung di laut dan udara hingga akhirnya Inggris berhasil mengepung Stanley. Argentina kemudian menyerah tanpa syarat pada 14 Juni 1982 setelah posisi pasukannya semakin terdesak.
Konflik tersebut menelan korban jiwa yang besar. Argentina kehilangan sekitar 655 prajurit, sedangkan Inggris kehilangan sekitar 255 prajurit. Jumlah itu belum termasuk korban luka-luka dari kedua belah pihak.
Baca Juga:Jude Bellingham Layak Dipanggil “Unc”, Tampil Makin Dewasa saat Timnas Inggris Singkirkan Norwegia
Sejarah Perang Malvinas hampir selalu menjadi bagian dari narasi setiap kali Argentina dan Inggris bertemu di lapangan sepak bola. Rivalitas tersebut terasa pada Piala Dunia 1986, 1998, 2002, dan kini kembali tersaji di edisi 2026.
Bayang-bayang konflik diperkirakan kembali mewarnai duel semifinal kali ini. Lagu-lagu dukungan dari suporter kedua negara pun kerap masih menyinggung sengketa Malvinas, sehingga atmosfer pertandingan dipastikan berlangsung panas.
Bagi Argentina, pertandingan ini memiliki makna lebih dari sekadar memperebutkan tiket menuju final. Sebagai juara bertahan, Lionel Messi dan rekan-rekannya diprediksi tampil habis-habisan demi menjaga peluang mempertahankan gelar sekaligus mengalahkan rival lamanya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
