Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 Juli 2026 | 18.17 WIB

Gol Pertama Jude Bellingham Menimbulkan Kontroversi dalam Laga Timnas Inggris vs Norwegia

Gol Jude Bellingham di Piala Dunia 2026 diprotes Norwegia karena bola dianggap terkena spidercam. (ig @england) - Image

Gol Jude Bellingham di Piala Dunia 2026 diprotes Norwegia karena bola dianggap terkena spidercam. (ig @england)

JawaPos.com - Gol pertama Jude Bellingham dalam kemenangan timnas Inggris atas Norwegia di perempat final Piala Dunia 2026 menjadi salah satu momen yang paling diperdebatkan. Bukan karena penyelesaian akhir sang gelandang, melainkan karena rangkaian permainan yang mengawalinya.

Jude Bellingham mencetak gol untuk timnas Inggris di perempat final piala dunia lewat aksi individu impresif setelah menerima umpan Anthony Gordon di depan kotak penalti Norwegia. Dia melewati Torbjorn Heggem sebelum melepaskan tembakan mendatar yang tak mampu dihentikan kiper Orjan Nyland. 

Namun, kontroversi sebenarnya bermula beberapa detik sebelumnya. Melansir Sports Illustrated, rangkaian gol diawali dari tendangan gawang Nyland yang justru jatuh terlalu pendek. Elliot Anderson memotong bola dan membangun serangan yang berujung pada gol Jude Bellingham untuk timnas Inggris ke gawang Norwegia di perempat final Piala Dunia 2026.

Protes Norwegia Soal Bola Diduga Mengenai Spidercam

Sesaat setelah gol tercipta, Nyland bersama pelatih Stale Solbakken langsung memprotes wasit. Mereka meyakini bola sempat menyentuh kabel spidercam yang menggantung di atas stadion sebelum jatuh ke area Anderson.

Dalam Laws of the Game, spidercam tidak dianggap sebagai bagian dari lapangan permainan. Jika bola mengenai peralatan kamera tersebut, wasit seharusnya menghentikan pertandingan dan memulai kembali permainan dengan dropped ball.

Karena itulah, kubu Norwegia menilai gol Inggris seharusnya dianulir. Seperti semua gol di Piala Dunia 2026, insiden itu otomatis diperiksa oleh VAR yang kini didukung teknologi sensor di dalam bola.

FIFA Jelaskan Alasan Gol Tetap Disahkan

FIFA kemudian merilis penjelasan resmi bahwa sensor tidak mendeteksi adanya sentuhan apa pun pada bola di antara tendangan Nyland dan sentuhan pertama Anderson. Oleh karena itu, tidak ada bukti bahwa bola menyentuh kabel di atas dan mengubah pergerakan bola.

Dengan tidak adanya bukti dari teknologi sensor, VAR memutuskan tidak ada alasan untuk membatalkan gol, sehingga gol Bellingham tetap disahkan.

Kasus bola mengenai spidercam memang sangat jarang terjadi dalam pertandingan sepak bola. Meski demikian, insiden serupa pernah terjadi pada laga fase grup Piala Emas Concacaf antara Kanada dan El Salvador.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore