
Pemain Timnas Maroko Issa Diop. (Istimewa)
JawaPos.com - Keputusan Issa Diop membela Timnas Maroko pada awal 2026 jelang piala dunia sempat memicu perdebatan panjang. Bek milik Fulham FC itu tidak langsung mendapat sambutan hangat dari seluruh publik, bahkan sebagian pendukung mempertanyakan alasan federasi memanggil pemain yang saat itu telah berusia 29 tahun.
Keraguan publik Maroko bukan tanpa alasan. Issa Diop sebelumnya dikenal sebagai pemain yang menimba karir internasional bersama seluruh kelompok umur Timnas Prancis, mulai dari U-16 hingga U-21.
Pada 2018, dia juga pernah mengungkapkan bahwa prioritasnya adalah membela Prancis apabila mendapat kesempatan di level senior. Pernyataan lama itu kembali diungkit ketika Diop memutuskan menerima panggilan Maroko. Banyak yang menilai sang bek baru beralih setelah peluang memperkuat Prancis semakin kecil.
Baca Juga:Pendukung Korea Selatan Geruduk Bandara Incheon, KFA dan Hong Myung-bo Jadi Sasaran Kemarahan Publik
Di luar persoalan tersebut, Diop juga menjadi sasaran komentar bernada rasis di media sosial. Latar belakang keluarganya ikut disorot karena dia lahir di Toulouse, Prancis, dari ayah berkebangsaan Senegal dan ibu berdarah Maroko.
Sebagian kecil pendukung bahkan beranggapan bahwa pemain yang layak membela Maroko hanyalah mereka yang memiliki garis keturunan Maroko dari pihak ayah. Pandangan itu memicu berbagai komentar negatif terhadap Diop setelah namanya diumumkan sebagai pemain baru Timnas Maroko.
Situasi seperti ini sebenarnya bukan hal baru. Beberapa pemain Maroko yang juga memiliki darah Senegal pernah mengalami perlakuan serupa, seperti Sofiane Diop, Amir Richardson, hingga Ryan Mmaee.
Meski begitu, Diop memilih menjawab semuanya di atas lapangan. Debutnya bersama Maroko berjalan meyakinkan. Bek berpostur 1,94 meter itu langsung menjadi salah satu pilihan utama di lini belakang dan menunjukkan pengalaman yang dia kumpulkan selama berkarier di kompetisi elite Eropa bersama Toulouse, West Ham United, dan Fulham.
Puncaknya terjadi pada babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 saat Maroko menghadapi Belanda. Diop mencetak gol internasional pertamanya yang membawa Maroko menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Pertandingan kemudian berlanjut hingga babak tambahan waktu sebelum akhirnya ditentukan melalui adu penalti. Maroko keluar sebagai pemenang dengan skor 3-2 dan memastikan tiket menuju perempat final.

Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
