
Timnas Maroko melaju ke bebek 16 besar piala dunia usai menyingkirkan timnas Belanda. (Istimewa)
JawaPos.com - Kekalahan timnas Belanda dari Maroko pada babak perempat final Piala Dunia 2026 menyisakan cerita yang lebih besar daripada sekadar hasil adu penalti. Tim Oranje harus mengakhiri perjalanan mereka setelah kalah dalam drama tos-tosan.
Sorotan publik justru tertuju pada sejumlah pemain Maroko yang punya hubungan erat dengan Belanda. Di balik keberhasilan Singa Atlas melangkah ke semifinal, terdapat tiga nama yang lahir dan tumbuh besar di Negeri Kincir Angin, yakni Noussair Mazraoui, Sofyan Amrabat, dan Anass Salah-Eddine.
Ketiganya menjadi bagian penting dalam skuad Maroko yang sukses menyingkirkan negara tempat mereka dibesarkan. Fenomena ini kembali memunculkan perbincangan mengenai sistem pembinaan pemain di Belanda.
Negeri tersebut dikenal sebagai salah satu penghasil talenta terbaik di Eropa. Namun tidak sedikit pemain berdarah imigran yang pada akhirnya memilih membela negara asal keluarga mereka di level internasional.
Noussair Mazraoui merupakan produk akademi Belanda yang berkembang hingga menjadi salah satu bek terbaik. Sofyan Amrabat juga menghabiskan masa kecil dan pendidikan sepak bolanya di Belanda sebelum memilih memperkuat Maroko. Sementara itu, Anass Salah-Eddine memiliki kisah yang lebih menarik.
Bek muda tersebut pernah menjadi langganan tim nasional Belanda kelompok umur, mulai dari U-15 hingga U-21. Namun ketika kesempatan membela tim senior datang, dia memutuskan berganti federasi dan menerima panggilan Maroko.
Keputusan itu kini terasa sangat berarti setelah ia ikut membawa Singa Atlas menyingkirkan Belanda di panggung terbesar sepak bola dunia. roni semakin terasa karena mantan bintang Belanda Ibrahim Afellay juga memberikan dukungan kepada Maroko.
Afellay yang memiliki darah Maroko memang sejak lama tidak menutupi kedekatan dengan negara asal keluarganya. Sikap tersebut kembali menjadi bahan pembicaraan setelah kemenangan Maroko atas Belanda.
Situasi ini menunjukkan betapa besar pengaruh diaspora dalam perkembangan sepak bola modern. Banyak pemain tumbuh di satu negara dengan fasilitas pembinaan yang baik, tetapi tetap memiliki ikatan emosional dengan tanah kelahiran orang tua mereka.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Thailand vs Singapura di Semifinal Piala AFF 2026, Gajah Perang Unggul Agregat 3-1
