Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Juni 2026 | 05.22 WIB

Timnas Inggris Dominan tapi Gagal Menang, Dukun Ghana Mengaku Jadi Penyebab Mandulnya Harry Kane

Dukun Ghana mengaku membuat timnas Inggris tak berkutik di piala dunia. (Istimewa) - Image

Dukun Ghana mengaku membuat timnas Inggris tak berkutik di piala dunia. (Istimewa)

JawaPos.com - Laga timnas Inggris vs Ghana di piala dunia berakhir tanpa pemenang setelah kedua tim bermain imbang 0-0. Meski hasil tersebut terlihat biasa di atas kertas, pertandingan justru menjadi bahan perbincangan setelah muncul pernyataan kontroversial dari dukun Ghana, Nana Kwaku Bonsam.

Sosok dukun Ghana itu mengklaim menjadi alasan mengapa kapten timnas Inggris Harry Kane, gagal menunjukkan performa terbaiknya sepanjang pertandingan lawan Ghana di piala dunia. Pernyataan itu segera menyebar di media sosial dan memancing beragam reaksi dari para penggemar sepak bola.

Dalam komentarnya setelah laga, Kwaku Bonsam dengan percaya diri menyebut telah mengikat Harry Kane sehingga penyerang andalan timnas Inggris tersebut tidak mampu bermain maksimal sepanjang pertandinga lawan Ghana di piala dunia.

“Saya, Kwaku Bonsam, dukun paling kuat di dunia. Saya ikat Harry Kane. Kalian lihat dia tadi malam? Dia bahkan tidak bisa melihat bolanya. Sekarang saya akan membebaskannya supaya dia bisa mencetak gol di pertandingan Inggris berikutnya,” ujar dia.

Terlepas dari klaim tersebut, fakta di lapangan menunjukkan Inggris sebenarnya tampil jauh lebih dominan dibanding Ghana. Timnas Inggris menguasai 78 persen penguasaan bola dan terus menekan sepanjang pertandingan. 

Inggris melepaskan 19 tembakan dengan empat di antaranya mengarah tepat ke gawang. Sebaliknya, Ghana hanya mampu menciptakan dua peluang tembakan dan satu yang mengarah ke sasaran.

Dominasi statistik itu membuat hasil akhir 0-0 terasa cukup mengejutkan. Inggris beberapa kali berhasil memasuki area pertahanan Ghana, namun penyelesaian akhir yang kurang efektif membuat mereka gagal memanfaatkan peluang yang tersedia.

Di sisi lain, Ghana menunjukkan organisasi pertahanan yang disiplin. Meski lebih banyak bertahan dan berada di bawah tekanan selama hampir sepanjang laga, mereka mampu menjaga konsentrasi hingga peluit panjang dibunyikan.

Klaim Kwaku Bonsam tentu lebih banyak dipandang sebagai bagian dari tradisi dan budaya populer yang kerap muncul dalam sepak bola Afrika. Meski demikian, pernyataannya berhasil menarik perhatian publik dan menambah warna dalam cerita di balik pertandingan tersebut.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore