
Gelandang Ghana, Thomas Partey, tidak dapat memasuki Kanada jelang laga Piala Dunia 2026 melawan Panama setelah permohonan visanya ditolak pemerintah Kanada. (Instagram/@thomaspartey5)
JawaPos.com - Thomas Partey akhirnya dikabarkan kembali bersama Timnas Ghana untuk melawan Inggris di Boston, Amerika Serikat, pada Rabu (24/6). Laga itu akan menjadi laga pertama Partey di Piala Dunia 2026 setelah absen di laga pembuka. Sebelumnya, Partey tidak tampil saat Ghana menghadapi Panama dalam pertandingan yang berlangsung di Toronto, Kanada karena masalah visa.
Kehadiran Partey diprediksi akan menjadi tambahan kekuatan signifikan bagi Ghana yang sebelumnya berhasil meraih kemenangan dramatis 1-0 atas Panama lewat gol menit ke-90+5 dari Caleb Yirenkyi. Hasil itu pun menjaga peluang Ghana untuk melangkah lebih jauh di turnamen.
Meski telah kembali ke lapangan, Partey sebenarnya masih menghadapi persoalan hukum di luar sepak bola. Pemain berusia 33 tahun itu dijadwalkan menjalani persidangan di Southwark Crown Court tahun depan setelah didakwa atas sejumlah tuduhan serius, termasuk beberapa kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual. Meskipun demikian, Partey membantah seluruh tuduhan tersebut.
Dilansir dari The Guardian, tim hukum Partey menegaskan bahwa kliennya menyambut proses hukum yang akan datang sebagai kesempatan untuk membersihkan namanya. Sementara itu, pelatih Ghana Carlos Queiroz tetap memberikan dukungan penuh kepada pemainnya. Queiroz meminta semua pihak untuk membiarkan proses hukum berjalan tanpa intervensi. “Biarkan proses berjalan sebagaimana mestinya dan pada akhirnya kebenaran akan terungkap,” ujarnya.
Kasus visa yang sempat menghalangi Partey bermain di Kanada juga sempat ramai dibicarakan. Pemerintah Ghana awalnya mengkritik keputusan otoritas Kanada yang menolak permohonan izin tinggal sementara sang pemain. Pemerintah Ghana menilai keputusan tersebut tidak adil karena didasarkan pada tuduhan yang belum terbukti di pengadilan.
Namun, dalam proses hukum selanjutnya terungkap bahwa terdapat ketidaksesuaian dalam pengisian dokumen visa oleh Partey. Dalam formulir yang diajukan, Partey menyatakan tidak pernah terlibat dalam kasus kriminal, padahal saat itu sang pemain tengah menghadapi dakwaan. Hal itu menjadi salah satu faktor utama ditolaknya permohonan visa Partey.
Kasus Partey sebenarnya bukan satu-satunya yang menjadi sorotan di Piala Dunia kali ini. Beberapa pemain lain juga menghadapi tuduhan serupa, termasuk gelandang Jepang Kaishu Sano yang sempat ditangkap atas dugaan pemerkosaan berkelompok pada 2024 sebelum kasusnya dihentikan, serta bek Maroko Achraf Hakimi yang juga dijadwalkan menjalani persidangan atas tuduhan pemerkosaan yang telah dibantahnya.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
