
Hajime Moriyasu jadi sosok kunci transformasi Jepang pada Piala Dunia 2026. (FIFA)
JawaPos.com - Timnas Jepang kembali menunjukkan konsistensi permainan di level internasional. Di tengah badai cedera yang menimpa sejumlah pemain penting, skuad Samurai Biru tetap mampu tampil kompetitif berkat sistem permainan yang telah dibangun pelatih Hajime Moriyasu selama bertahun-tahun.
Hajime Moriyasu pertama kali dipercaya menangani timnas Jepang pada 2018. Saat itu, tugas utamanya bukan hanya mempertahankan prestasi yang sudah ada, tetapi juga menyiapkan regenerasi untuk menghadapi tantangan jangka panjang.
Delapan tahun kemudian, hasil dari proses tersebut mulai terlihat dengan jelas. Salah satu kekuatan terbesar Jepang saat ini adalah kedalaman skuad. Ketika beberapa pemain utama harus menepi karena cedera, tim tidak mengalami penurunan performa yang signifikan.
Para pemain pengganti mampu menjalankan peran yang sama karena telah dibiasakan dengan sistem yang konsisten sejak level tim nasional. Keberhasilan ini tidak datang secara instan. Federasi sepak bola Jepang dan Moriyasu memilih mempertahankan arah pembangunan tim dalam jangka panjang.
Fokus mereka bukan hanya mencari hasil cepat, melainkan membangun identitas permainan yang dapat bertahan selama bertahun-tahun. Selain aspek taktik, Jepang juga melakukan pembenahan dari sisi mentalitas. Kegagalan pada Piala Dunia 2018 dan 2022 menjadi bahan evaluasi penting.
Dalam beberapa tahun terakhir, Jepang lebih sering menghadapi lawan-lawan kuat dari Eropa dan Amerika Latin melalui laga uji coba internasional. Langkah tersebut terbukti memberikan dampak positif.
Para pemain semakin terbiasa menghadapi tekanan tinggi dan pertandingan dengan tempo cepat. Pengalaman itu membuat Jepang tampil lebih percaya diri ketika menghadapi tim-tim besar di turnamen resmi.
Saat ini, Jepang tidak lagi hanya bergantung pada kualitas individu. Kekuatan utama mereka terletak pada kolektivitas tim.
Hampir setiap lini memiliki persaingan yang sehat dan stok pemain yang memadai. Situasi ini menjadi modal penting untuk menjaga performa dalam jangka panjang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022