Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 Juni 2026 | 13.59 WIB

Bukan Salah Ronaldo, Ini Masalah Besar Timnas Portugal saat Gagal Mengalahkan Kongo

Kapten Timnas Portugal Cristiano Ronaldo saat menghadapi Kongo di Piala Dunia 2026. (Dok. Instagram/@fifaworldcup) - Image

Kapten Timnas Portugal Cristiano Ronaldo saat menghadapi Kongo di Piala Dunia 2026. (Dok. Instagram/@fifaworldcup)

JawaPos.com - Penampilan timnas Portugal dan Ronaldo kembali menjadi sorotan setelah bermain imbang saat menghadapi Kongo di piala dunia. Bukan karena kalah dalam penguasaan bola atau kesulitan membangun serangan, melainkan karena dominasi yang mereka tunjukkan tidak berbanding lurus dengan ancaman nyata ke gawang lawan.

Berdasar data yang dikutip dari akun X @_kartumerah, timnas Portugal mencatat hampir 800 operan dengan tingkat akurasi mencapai 92 persen. Angka tersebut menunjukkan betapa dominannya Ronaldo dkk dalam mengendalikan bola sepanjang pertandingan piala dunia lawan Kongo. 

Namun, statistik impresif timnas Portugal itu justru memunculkan pertanyaan. Apa gunanya penguasaan bola yang sangat tinggi jika tidak mampu menghasilkan cukup peluang berbahaya?

Banyak pengamat menilai perdebatan yang selama ini berpusat pada Cristiano Ronaldo mungkin tidak sepenuhnya tepat. Sebagian pihak kerap beranggapan bahwa timnas Portugal kurang memberikan servis kepada sang kapten. Meski ada benarnya, pertandingan melawan Kongo memperlihatkan bahwa persoalan tim ini tampaknya jauh lebih kompleks.

Portugal terlihat nyaman memainkan bola dari kaki ke kaki. Operan pendek terus dilakukan, baik di area tengah maupun lini belakang. Dalam beberapa momen, aliran bola bahkan lebih sering kembali ke belakang dibanding diarahkan ke area berbahaya lawan.

Situasi tersebut membuat ritme permainan Portugal terasa lambat dan mudah dibaca. Kongo pun tidak dipaksa bekerja terlalu keras untuk mempertahankan wilayah. Mereka cukup menjaga disiplin posisi sambil menunggu Portugal melakukan kesalahan atau kehilangan momentum serangan.

Dalam sepak bola modern, penguasaan bola memang penting. Namun, tim yang benar-benar berbahaya biasanya mampu mengubah dominasi menjadi tekanan.

Mereka tidak hanya mengontrol bola, tetapi juga memaksa lawan merasa terancam setiap kali memasuki sepertiga akhir lapangan. Hal itu yang belum terlihat dari Portugal pada pertandingan tersebut. Mereka mengontrol jalannya laga di atas kertas, tetapi gagal mengendalikan situasi yang sebenarnya menentukan hasil pertandingan.

Minimnya penetrasi, kurangnya pergerakan tanpa bola, serta lambatnya transisi ke area serangan membuat Portugal kesulitan menciptakan peluang. Akibatnya, dominasi yang mereka bangun sepanjang pertandingan terasa kurang efektif.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore