
Timnas Belanda mengaku percaya diri amankan poin dari Jepang. (@OnsOranje/X)
JawaPos.com - Timnas Belanda mengaku tetap percaya diri jelang laga perdananya di Piala Dunia 2026, meski dapat banyak kritik dari warga negara sendiri. Belanda dijadwalkan memulai kampanye mereka di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Jepang pada Senin (15/6) di Arlington, Texas.
Laga itu disebut sebagai salah satu laga paling kompetitif di grup F. Dalam konferensi pers yang digelar kurang dari 24 jam sebelum pertandingan lawan Jepang di piala dunia, Frenkie de Jong mengaku bahwa ada keraguan kepada timnas Belanda dari warganya.
Namun, De Jong menegaskan bahwa hal itu tidak menggoyahkan kepercayaan diri para pemain timnas Belanda untuk menghadapi Samurai Biru Jepang di piala dunia. “Kami menyadari perasaan dan suasana di Belanda. Kami membaca pesan-pesan yang masuk, jadi kami cukup memahami situasinya. Namun, itu tidak terlalu penting,” ujar De Jong.
Baca Juga:Mengapa Banyak Nama Pemain Turki Berakhiran oglu? Ini Arti dan Sejarah yang Jarang Diketahui
“Kepercayaan diri kami tidak terganggu. Kami tetap penuh keyakinan dan berharap dapat memberikan alasan bagi publik untuk kembali percaya setelah pertandingan nanti,” tambah De Jong.
Sejarah panjang Belanda di Piala Dunia menjadi salah satu faktor yang memicu ekspektasi tinggi. Tim Oranje tercatat pernah mencapai final sebanyak tiga kali, yakni pada 1974, 1978, dan 2010, tetapi selalu gagal meraih gelar juara. Mereka bahkan sempat absen dari turnamen pada edisi 2018.
Dalam turnamen besar terakhir yang dijalani, Belanda harus tersingkir di babak semifinal Piala Eropa 2024 setelah kalah dari Inggris. Meskipun demikian, Belanda tetap menempati peringkat kedelapan dalam ranking FIFA menjelang Piala Dunia 2026 dan masih dianggap sebagai salah satu kandidat kuat oleh media internasional.
Namun, media lokal Belanda justru menunjukkan sikap lebih kritis, terutama setelah hasil kurang memuaskan dalam laga uji coba jelang turnamen. Belanda kalah 0-1 dari Aljazair di kandang sendiri, sebelum menang tipis 2-1 atas Uzbekistan melalui dua gol penalti.
Dilansir dari The Athletic, pelatih Ronald Koeman mengakui adanya sejumlah kekurangan dalam performa timnya. Koeman telah melakukan evaluasi dengan menganalisis rekaman pertandingan dan menunjukkan kepada anak asuhnya aspek-aspek apa saja yang perlu diperbaiki.
“Sepak bola ditentukan oleh momen-momen individu. Jika Anda mendapatkan peluang tetapi gagal mencetak gol, itu menjadi masalah. Permainan akan sangat berbeda jika Anda bisa memanfaatkannya,” ujar Koeman.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022