
Pesepak bola Timnas Jepang ber selebrasi Rento Takaoka (kiri) usai mencetak gol ke gawang Timnas Polandia pada pertandingan fase Grup D Piala Dunia U-17 2023 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (11/11/2023). HARITSAH ALMUDA
JawaPos.com – Kompetisi sepak bola antar-SMA dan universitas di Jepang termasuk salah satu jalur pembinaan sepak bola andalan.
Dikelola secara profesional setelah belajar dari Jerman, ajang tersebut pun dimanfaatkan klub-klub J-League untuk menjaring pemain berbakat.
Tak heran jika banyak pemain dari kejuaraan sepak bola antar-SMA dan universitas saat ini yang membela timnas Jepang di berbagai level. Di antaranya, Yuto Nagatomo dan Kaoru Mitoma di skuad senior.
Di skuad Jepang U-17 yang terjun di Piala Dunia U-17 saat ini, setidaknya ada tiga pemain yang juga berasal dari kejuaraan antar-SMA. Salah satunya top scorer sementara Piala Dunia U-17 Rento Takaoka.
Pemain yang sudah mencetak empat gol itu berasal dari Nissho Gakuen High School. Masih SMA, bukan berasal dari akademi ataupun sudah masuk ke tim junior klub J-League.
Pelatih Jepang Yoshiro Moriyama membenarkan pentingnya kontribusi kompetisi level SMA dan kampus bagi sepak bola Negeri Matahari Terbit. Apalagi dulu ketika Jepang masih dalam tahap membangun sepak bola.
”Tapi, saat ini akademi klub dan kompetisi antar-SMA ini bersaing. Timnas Jepang menjaring pemain dari sana,” ujarnya.
Nah, malam nanti di Stadion Manahan, Solo, kekuatan ”akar rumput” sepak bola Jepang dari kompetisi antar-SMA itu akan melawan kedigdayaan tradisi akademi sepak bola klub-klub La Liga Spanyol di 16 besar Piala Dunia U-17. Termasuk melawan pemain seperti Marc Guiu yang sudah naik ke tim senior Barcelona dan bermain di La Liga.
”Banyak pemainnya (Spanyol) sudah profesional. Filosofi sepak bola mereka juga sudah berjalan,” puji Moriyama.
Belum lagi, pemahaman taktikal pemain Spanyol U-17 juga sangat bagus. ”Bermain dengan formasi 4-3-3, inside dan outside kotak penaltinya sangat bagus,” tambahnya.
Di sisi lain, meski calon lawan banyak dihuni mereka yang berawal dari level antar-SMA dan kampus, pelatih Spanyol Jose Maria Lana menjelaskan bahwa Kosugi Keita dkk punya banyak kelebihan. Salah satunya fisik. ”Buktinya, mereka bisa lolos ke babak 16 besar. Kami akan menghadapi tim yang kuat,” ujarnya.
Karena sudah punya ”filosofi”, Lana menegaskan akan bermain seperti biasa. Bermain sesuai dengan gaya Spanyol U-17 saat ini. ”Kami berusaha menjadi diri sendiri. Tidak ada perubahan meskipun lawan tim yang berbeda,” tegasnya. (rid/c19/ttg)

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
