
BERTERIMA KASIH: Skuad Indonesia U-17 menghampiri pendukung setianya di tribun Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, tadi malam.
JawaPos.com - Perjalanan Indonesia U-17 di babak penyisihan grup A berakhir antiklimaks. Garuda Asia yang punya kans lolos justru dalam posisi terjepit. Kekalahan 1-3 oleh Maroko U-17 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, tadi malam jadi penyebabnya.
Hasil itu membuat Indonesia U-17 berada di posisi ketiga grup A dengan 2 poin. Saat ini Indonesia U-17 masih ada di batas akhir lolos ke babak 16 besar. Indonesia berada di posisi keempat peringkat ketiga terbaik. Tiga tim di atasnya adalah Uzbekistan (4 poin), Iran (3 poin), dan Jepang (3 poin).
Masalahnya, posisi Indonesia U-17 bisa digeser oleh dua tim: Korea Selatan U-17 dan Meksiko U-17. Korsel U-17 saat ini belum memiliki poin, sementara Meksiko U-17 baru punya satu poin. Tapi, kedua tim itu akan melawan penghuni juru kunci di laga pemungkas (18/11). Korsel U-17 melawan Burkina Faso U-17, lalu Meksiko U-17 menghadapi Selandia Baru U-17.
Jika meraih kemenangan, praktis posisi Indonesia U-17 di peringkat ketiga terbaik bakal tergusur. Pelatih Garuda Asia Bima Sakti tahu kans lolos anak asuhnya sangat tipis.
’’Kami sampaikan maaf kepada suporter Indonesia. Kami tidak bisa mempertahankan hasil imbang seperti dua laga sebelumnya,’’ kata pelatih 46 tahun itu.
Dia tidak mau menyalahkan anak asuhnya. Pelatih kelahiran Balikpapan tersebut malah mengapresiasi penampilan pemainnya.
’’Anak-anak sudah berusaha keras. Semua berusaha mendapat hasil yang terbaik. Tapi, soal kekalahan ini, saya yang tanggung jawab,’’ tegas Bima. Dalam laga tadi malam, Indonesia tertinggal dua gol lebih dulu.
Maroko U-17 mencetak gol melalui penalti Anas Alaoui pada menit ke-29 dan Ait Boudlal 12 menit berselang. Indonesia U-17 sempat memperkecil ketertinggalan melalui tendangan bebas Nabil Asyura (42’).
Saat posisi 2-1, laga sempat dihentikan pada menit ke-50. Wasit melihat video assistant referee. Ada kans Indonesia U-17 mendapat hadiah penalti.
Pemain Maroko U-17 dinilai melakukan handsball. Tapi, setelah melihat layar, wasit Morten Krogh memutuskan untuk tidak memberikan penalti.
’’Kami harus hargai keputusan wasit. Dia sudah melihat layar VAR. Artinya, dia tahu keputusannya sudah benar. Kami harus menerima dengan lapang dada,’’ tegas Bima.
Baca Juga: Pembahasan Awal UMK-UMP 2024 Jatim, Pengusaha Usul di Bawah 5 Persen, Pekerja Minta Naik 15 Persen
Setelah itu, gol Mohamed Hamony pada menit ke-64 memastikan kemenangan Maroko U-17 dengan skor 3-1. Bima sadar hasil itu membuat posisinya sebagai pelatih terancam.
’’Saya nggak tahu. Semuanya saya serahkan ke PSSI saja. Yang jelas, saya lakukan kerja dengan kemampuan yang saya miliki. Semuanya saya kembalikan ke Pak Erick (Thohir) dan pengurus PSSI yang lainnya,’’ ucap Bima.
Bagi Maroko U-17, hasil tersebut membuat mereka Finis sebagai pemuncak grup A. Pelatih Maroko U-17 Said Chiba senang dengan performa anak asuhnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
