
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti menuturkan kronologi viralnya video siswa SMP di Clincing, Jakarta Utara yang nyawer guru honorer.
JawaPos.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan pengawasan terhadap sekolah yang siswanya kedapatan ‘menyawer’ gurunya. Video aksi tersebut viral di media sosial (Medsos).
Dalam video tersebut tampak para murid sedang menyanyikan lagu ‘Jangan Menangis’ milik Luvia, mereka berjoget sambil mengelilingi guru tersebut. Setelah ditelusuri, mereka berasal dari salah satu SMP swasta di wilayah Cilincing, Jakarta Utara.
Dalam aksinya, ada beberapa siswa yang tidak mengenakan seragam sebagaimana mestinya. Ada pula siswa yang bertelanjangan dada sambil berjoget dan bernyanyi. Tampak ada juga siswa yang memegang lembaran uang kertas, seperti sedang menyawer.
Sementara siswa lainnya di kelas tampak memukul-mukul meja seperti memainkan alat musik. Aksi ini mengundang tawa dari siswa di kelas.
“KPAI bersepakat dengan beberapa pihak bahwa perilaku anak-anak dalam video tersebut sangat tidak patut, apalagi dilakukan terhadap seorang pendidik,” ujar Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti melalui keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Kamis (28/3).
Meskipun bersalah dan akan diberikan sanksi, KPAI ingin memastikan bahwa sanksi tersebut merupakan disiplin positif dan bersifat mendidik.
“KPAI juga ingin memastikan bahwa anak-anak pelaku tetap dipenuhi hak atas pendidikannya, mengingat anak-anak tersebut sudah kelas IX, sebentar lagi akan mengikuti ujian sekolah dan ujian nasional (UNBK),” terangnya.
Retno juga mengku, pihaknya telah melakukan pengawasan langsung ke sekolah tersebut dan juga ke Kantor Suku Dinas Jakarta Utara wilayah 2. Peristiwa dalam video tersebut terjadi pada Jumat (22/3) sekitar pukul 09.30 WIB atau saat pergantian jam pelajaran di sekolah, setelah jeda istirahat.
“Para siswa yang bertelanjang dada pada video tersebut memang berencana mengganti baju. Kebetulan, belum sempat ganti, tapi ternyata guru jam berikunya sudah masuk ke kelas. Saat itu situasi tidak kondusif, dan si guru sudah berusaha menenangkan kelas, namun gagal,” tutur dia.
Pihak sekolah kemudian melakukan penelusuran dan pada Senin (25/3) menggelar rapat kasus dengan menghadirkan para siswa dan orang tuanya, para guru pengurus yayasan, dan kepala sekolah. Pertemuan juga dihadiri oleh Pengawas Sekolah dan Kasatlak Pendidikan Kecamatan Cilincing.
“Para siswa menyesali perbuatannya, menangis dan meminta maaf. Anak-anak tersebut tertekan dan merasa malu serta khawatir ada stigma negatif terhadap mereka,” katanya.
Kemudian, lanjut Retno, sekolah tidak memberikan sanksi karena anak-anak sudah menyesali dan berjanji tidak mengulangi, apalagi mereka siswa kelas IX SMP yang sebentar lagi akan mengikuti ujian kelulusan dan juga Ujian Nasional.
Dari pertemuan tersebut juga terungkap bahwa sang guru baru mengajar sekitar tujuh bulan di sekolah tersebut sebagai guru honorer dengan gaji sekitar Rp 600 ribu per bulan. Yayasan memang memiliki keterbatasan dana dalam mengaji para gurunya karena jumlah siswanya di bawah 100 orang, meskipun ada dukungan dana BOS dari APBN dan dana hibah dari APBD DKI Jakarta.
Adapun pihak sekolah mendapatkan sanksi teguran dari pihak Sudin Pendidikan Jakarta Utara wilayah 2 dan dituntut untuk melakukan tata kelola sekolah lebih baik dan professional.
“Namun, pihak sekolah cukup kooperatif,” pungkasnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
