Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 Juli 2026 | 16.45 WIB

Mendikdasmen Tegaskan MPLS Bukan Ajang Pelonco, tapi Tumbuhkan Rasa Aman di Sekolah

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. (ANTARA/Hana Dewi Kinarina Kaban) - Image

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. (ANTARA/Hana Dewi Kinarina Kaban)

JawaPos.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan bahwa Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) bukan lagi menjadi ajang perpeloncoan maupun praktik senioritas. MPLS Ramah kali ini mesti menjadi momentum untuk membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghormati.

Menurut Abdul Mu'ti, tradisi pelonco yang selama ini identik dengan tindakan senioritas harus diubah melalui pelaksanaan MPLS Ramah. Dengan begitu, sekolah dapat menjadi lingkungan yang mendukung peserta didik untuk tumbuh dalam suasana yang penuh rasa aman dan saling menghargai.

"MPLS bukanlah seremonial yang ditandai dengan perpeloncoan atau senioritas. Senior melakukan berbagai macam tindakan yang mencerminkan senioritasnya yang kadang-kadang tidak diwujudkan dalam keteladanan," ujarnya saat membuka kegiatan MPLS Ramah di SMKN 2 Singosari, Malang, Jawa Timur, Senin (13/7).

"Kita ingin merubah tradisi perploncoan itu dengan membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman, dimulai dari MPLS Ramah," sambung Mu'ti.

Ia menambahkan, sekolah harus menjadi tempat yang menumbuhkan sikap saling menghormati, saling mencintai, serta memuliakan guru, orang tua, dan ilmu pengetahuan.

"Kita berusaha untuk bagaimana menciptakan sekolah sebagai lingkungan di mana kita saling menghormati, saling mencintai antara satu dengan yang lainnya. Kita memuliakan guru-guru kita, memuliakan orang tua kita, dan memuliakan ilmu," tuturnya.

Tokoh Muhammadiyah itu juga mengajak seluruh peserta didik di Indonesia menjadikan MPLS sebagai langkah awal untuk meraih masa depan yang lebih baik. Menurutnya, setiap keberhasilan diawali dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dan penuh kesungguhan.

Ia menekankan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga kemampuan bekerja sama dengan orang lain.

"Setiap langkah besar tentu harus kita mulai dari langkah-langkah kecil yang kita laksanakan secara konsisten, kita laksanakan dengan penuh kesungguhan," jelasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore