
Ilustrasi ijazah. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Masa pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dan jalur seleksi perguruan tinggi (SNBP/SNBT) yang seharusnya penuh harapan, justru menjadi momok bagi sebagian siswa. Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menemukan fakta miris bahwa sejumlah sekolah masih nekat menahan ijazah dan Surat Keterangan Lulus (SKL) siswa hanya karena masalah tunggakan biaya.
Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji, menegaskan bahwa dokumen kelulusan merupakan hak mutlak anak yang tidak boleh disandera oleh pihak sekolah demi alasan finansial.
"JPPI menerima laporan dari masyarakat bahwa masih ada sekolah-sekolah nakal yang menahan ijazah dan SKL siswa karena tunggakan biaya. Ini sangat serius, karena terjadi saat anak-anak membutuhkan dokumen itu untuk mendaftar sekolah, kuliah, beasiswa, atau bekerja. Ijazah bukan alat tagih. Jangan sandera masa depan anak karena negara gagal membiayai pendidikan," ujar Ubaid, Jumat (3/7).
Potret Penahanan Ijazah: Masalah Sistemik Lintas Provinsi
Praktik penahanan dokumen kelulusan ini bukan lagi kasus tunggal yang bersifat lokal, melainkan persoalan struktural yang menggurita di berbagai wilayah Indonesia.
- Jawa Barat: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut ada 335.109 ijazah siswa yang masih tertahan di sekolah swasta.
- DKI Jakarta: Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan anggaran fantastis hampir Rp4 miliar pada Hardiknas 2026 demi memutihkan 2.026 ijazah yang tersandera.
- Sumatera Utara & Riau: Ombudsman setempat kebanjiran laporan terkait penahanan ijazah akibat tunggakan SPP dan uang perpisahan. Tercatat belasan ribu ijazah SMA/SMK di Riau masih menumpuk di sekolah.
- Banten & Jawa Timur: Kasus serupa memicu intervensi langsung dari kepala daerah hingga mencuatnya dugaan pungutan liar berkedok biaya PKL dan sumbangan pembangunan di Banyuwangi.
Ubaid menilai rentetan kasus ini menjadi sinyal kuat bahwa skema pembiayaan pendidikan nasional saat ini masih belum berpihak pada kelompok masyarakat rentan dan miskin.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
