Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Juli 2026 | 02.00 WIB

Ratusan Delegasi Anak Muda Indonesia Ikut Terlibat dalam Simulasi Sidang PBB, Bergabung dengan 19 Negara Lain

Sebanyak 486 delegasi asal Indonesia mengikuti simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dilaksanakan di Bangkok. (IST) - Image

Sebanyak 486 delegasi asal Indonesia mengikuti simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dilaksanakan di Bangkok. (IST)

JawaPos.com -  Sebanyak 486 delegasi asal Indonesia mengikuti simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dilaksanakan di Bangkok, Thailand pada 26-29 Juni 2026. Ratusan delegasi tersebut bergabung dengan peserta lainnya dari 19 negara.

Mengusung The Uncertain World: Rethinking Diplomacy in the Face of Crisis, simulasi yang diadakan Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) 21st ini dirancang guna mengembangkan keterampilan diplomasi. Termasuk soal kepemimpinan, komunikasi, negosiasi, serta pemahaman terhadap berbagai isu global.

Diungkapkan Muhammad Fahrizal, Presiden International Global Network, simulasi ini bukan sekadar ajang kompetisi debat, melainkan wadah untuk membangun kolaborasi lintas budaya. Semua peserta yang hadir di ruangan ini berasal dari negara, sekolah, bahasa, dan latar belakang yang berbeda, dengan cara pandang yang beragam terhadap berbagai isu dunia.

“Namun hari ini, tujuh ratus orang berada di ruangan yang sama, siap berbicara atas nama negara yang mereka wakili dan memperjuangkan isu yang mungkin sebelumnya belum pernah dipelajari. Bagi saya, itu adalah sesuatu yang luar biasa,” ucap Muhammad Fahrizal dalam sambutannya.

AYIMUN 21st sendiri menghadirkan sembilan dewan atau council, yaitu United Nations Environment Programme (UNEP) Chamber 1 & 2, World Health Organization (WHO) Chamber 1 & 2, United Nations Development Programme (UNDP), United Nations Trade and Development (UNCTAD), United Nations Committee on the Peaceful Uses of Outer Space (UNCOPUOS), Disarmament and International Security Committee (DISEC), serta United Nations Human Rights Council (UNHRC). 

Dalam kesempatan yang sama, Jack Crawford, Associate Economic Affairs Officer di United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UNESCAP), menyoroti tema besar The Uncertain World: Rethinking Diplomacy in the Face of Crisis. Menurutnya, ketidakpastian global merupakan realitas yang dirasakan oleh seluruh dunia, meskipun setiap negara mengalaminya dalam konteks yang berbeda-beda.

Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, para peserta yang hadir memilih untuk mempelajari diplomasi, memahami berbagai persoalan global, dan menunjukkan kepedulian terhadap isu-isu yang sedang dihadapi dunia. 

“Melalui AYIMUN, kalian dapat menemukan isu yang ingin kalian pedulikan, perjuangkan, bahkan mungkin menjadi tujuan hidup kalian di masa depan. Itulah mengapa Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Model United Nations hadir—untuk membangun generasi yang siap berkontribusi dalam menciptakan solusi bagi tantangan global,” ujar Jack.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore