
Ilustrasi guru sedang mengajar di kelas. (Dok/JawaPos.com).
JawaPos.com - Upaya mendongkrak kesejahteraan tenaga pendidik di Indonesia ternyata tidak bisa hanya fokus pada urusan nominal di slip gaji semata.
Ada faktor krusial yang selama ini luput dari perhatian publik, yakni akses dan biaya mobilitas harian guru dari rumah menuju ruang kelas.
Buruknya konektivitas transportasi di berbagai daerah dinilai menjadi salah satu pemicu utama yang menguras energi fisik, mental, hingga isi dompet para pahlawan tanpa tanda jasa ini.
Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, menegaskan bahwa faktor mobilitas harian ikut menentukan kesejahteraan guru.
Menurut dia, masalah transportasi terasa kian mencekik bagi guru honorer dengan pendapatan terbatas serta mereka yang mengabdi di wilayah 3TP (Tertinggal, Terdepan, Terluar, dan Perbatasan).
Bagi para guru di wilayah perkotaan, absennya layanan angkutan umum yang terintegrasi memaksa mereka bergantung pada kendaraan pribadi atau layanan ojek online.
Akibatnya, pengeluaran bulanan untuk bahan bakar dan perawatan kendaraan membengkak tajam.
"Guru honorer dengan pendapatan Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta per bulan harus mengeluarkan 20 persen hingga 40 persen gajinya hanya untuk biaya bensin atau ojek online jika sekolah mereka tidak terjangkau angkutan umum," ujar Djoko, Senin (29/6).
Kondisi jauh lebih ekstrem dihadapi oleh para pendidik di daerah kepulauan seperti Maluku, Maluku Utara, atau Nusa Tenggara Timur (NTT).
Minimnya armada membuat tarif transportasi lokal melambung tinggi. Untuk bertugas, para guru sering kali harus menyewa speedboat atau kendaraan darat khusus yang memakan lebih dari 50 persen tunjangan daerah terpencil mereka.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022