
Tenaga Ahli Menteri Sosial Andy Kurniawan dan pengamat pendidikan, Dr. R. Alpha Amirrachman dalam forum diskusi. (Istimewa)
JawaPos.com - Pemerintah menaruh perhatian serius terhadap kelompok masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses bangku pendidikan akibat kendala sosial-ekonomi yang kompleks. Melalui target Asta Cita ke-4, pemerintah menegaskan bahwa integrasi antara Sekolah Rakyat, Sekolah Negeri, dan Sekolah Garuda, dirancang sebagai satu ekosistem utuh untuk memperluas akses dan memastikan keadilan pendidikan di Indonesia.
Langkah ini diambil demi memberikan hak yang sama bagi seluruh anak bangsa, khususnya mereka yang berada di lapisan paling rentan. Tenaga Ahli Menteri Sosial Andy Kurniawan menjelaskan, Sekolah Rakyat hadir sebagai bentuk kehadiran negara bagi kelompok invisible people. Program ini dipastikan tidak berjalan sendiri, melainkan melibatkan kolaborasi lintas kementerian.
"Sekolah Rakyat bukan program yang berdiri sendiri. Ini adalah bentuk afirmasi negara yang terintegrasi. Kemendikdasmen menyusun kurikulum, Kementerian PUPR membangun fasilitas fisik, sementara pemerintah daerah menyediakan lahan," ujar Andy dalam keterangannya, dikutip Sabtu (27/6).
Pemerintah telah menetapkan peta jalan ekspansi sekolah rakyat yang cukup agresif. Targetnya, akan dibangun 100 titik sekolah baru setiap tahun, hingga menembus total 500 titik pada 2029.
Andy memaparkan tiga filosofi utama yang menjadi motor penggerak Sekolah Rakyat dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Pertama adalah memuliakan wong cilik sebagai bentuk pelunasan utang sejarah negara kepada masyarakat tidak mampu. Kedua, menjangkau wilayah dan kelompok yang selama ini luput dari pembangunan.
"Dan yang ketiga adalah memungkinkan yang tidak mungkin. Sekolah rakyat itu menghapus stigma 'saya miskin, saya tidak bisa maju'. Kita yakinkan mereka bisa bersaing dan menjadi agen perubahan bagi keluarganya," tegas Andy.
Pendekatan program ini tidak berhenti di dalam ruang kelas. Pemerintah juga mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi keluarga siswa melalui bantuan sosial dan Koperasi Desa Merah Putih agar ekosistem kesejahteraan mereka ikut terangkat.
Kebijakan berlapis ini mendapat respons positif dari pengamat pendidikan Dr. R. Alpha Amirrachman, M.Phil., Ph.D. Menurut dia, pembagian peran tiga jalur sekolah ini merupakan strategi equity (keadilan) yang ideal untuk memotong mata rantai kemiskinan antargenerasi. Tercatat, ada sekitar 3,4 juta anak Indonesia yang saat ini masih terjebak dalam lingkaran kemiskinan ekstrem.
"Dengan kolaborasi antar-kementerian yang solid, kita sedang membangun fondasi SDM yang tidak hanya cerdas secara akademik dan berkarakter, tetapi juga memiliki keterampilan relevan seperti literasi AI dan data science," urai Dr. Alpha.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
