
Dr. Rangga Afianto berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Kepolisian dari STIK Lemdiklat Polri dengan predikat Cum Laude. (Istimewa)
JawaPos.com – Dr. Rangga Afianto berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Kepolisian dari STIK Lemdiklat Polri dengan predikat Cum Laude. Kehadiran Rangga menjadi menarik karena merepresentasikan tiga unsur yang jarang bertemu dalam satu sosok sekaligus: akademisi, praktisi, dan representasi masyarakat sipil.
Sebagai akademisi, Rangga menempuh kajian Ilmu Kepolisian secara linear hingga tingkat doktoral. Di tengah banyaknya pengamat dan pakar kepolisian yang lahir dari disiplin ilmu lain seperti hukum, sosiologi, kriminologi, atau ilmu politik, Rangga justru mendalami Ilmu Kepolisian sebagai bidang keilmuan utamanya.
Hal ini menjadikannya salah satu figur yang memiliki fondasi akademik kepolisian yang kuat dan spesifik.
Sebagai praktisi, Rangga berprofesi sebagai advokat yang selama bertahun-tahun berinteraksi langsung dengan sistem peradilan pidana dan institusi kepolisian. Pengalaman tersebut memberinya pemahaman yang tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi juga pada realitas praktik penegakan hukum di lapangan.
Ia memahami bagaimana kebijakan kepolisian diterjemahkan dalam praktik, bagaimana relasi polisi dan masyarakat terbentuk, serta bagaimana tantangan akuntabilitas muncul dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara sebagai representasi masyarakat sipil, Rangga berasal dari Gerakan Pemuda Ansor, organisasi kepemudaan yang lahir dari tradisi Nahdlatul Ulama dan memiliki akar sosial yang kuat di tengah masyarakat.
Latar belakang ini memberinya perspektif yang dekat dengan aspirasi publik, terutama dalam isu transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan terhadap institusi negara.
Baca Juga:Lion Group Gelar BookCabin Travel Fair 2026 di Surabaya, Tebar Tiket Murah hingga Cashback
Kombinasi ketiga unsur tersebut menjadikan kehadiran Rangga berbeda dari kebanyakan pakar kepolisian yang selama ini dikenal publik. Ia tidak hanya memahami kepolisian dari sudut pandang akademik, tidak pula hanya melihatnya dari pengalaman praktik hukum, tetapi juga membawa perspektif masyarakat sebagai pihak yang merasakan langsung dampak pelayanan dan kebijakan kepolisian.
Melalui disertasinya yang berjudul Police Oversight & Accountability: Studi Tentang Independensi dan Eksistensi Kelembagaan Kompolnas, Rangga mengangkat isu pengawasan dan akuntabilitas sebagai bagian penting dari reformasi Polri.
Ia menekankan pentingnya penguatan Kompolnas agar mampu menjalankan fungsi pengawasan yang lebih efektif, independen, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Hasil Babak Pertama Persebaya vs Port FC: Miguel Pereira Cetak Gol Perdana, Skor Masih 1-1
Prediksi Persebaya Surabaya vs Port FC: Bruno Moreira Dikabarkan Cedera, Bernardo Tavares Buka Peluang Rotasi Pemain
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
