Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. (web. Unsoed)
JawaPos.com - Kasus dugaan rekayasa data penelitian yang melibatkan dosen di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto masih menjadi sorotan. Hingga kini, belum ada pembaruan resmi sejak tim Inspektorat Jenderal dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi diturunkan pada September 2025 untuk melakukan pemeriksaan.
Dekan Fakultas Kedokteran Unsoed, MM Rudi Prihatno, meminta transparansi terkait pemeriksaan kasus yang sudah berjalan sejak tahu lalu tersebut.
“Setiap proses pemeriksaan tentu memerlukan waktu agar hasilnya objektif dan sesuai prosedur. Namun pada saat yang sama, komunikasi yang proporsional kepada publik juga penting agar tidak menimbulkan spekulasi,” ujarnya, Rabu (25/2).
Ia menegaskan, apabila dugaan pelanggaran menyangkut integritas ilmiah dan penggunaan anggaran publik, maka aspek akuntabilitas harus diperkuat tanpa mengesampingkan asas praduga tak bersalah.
“Ketika penelitian bersumber dari dana negara, transparansi menjadi bagian dari tanggung jawab bersama. Tetapi prosesnya tetap harus berbasis regulasi dan dilakukan secara profesional,” katanya.
Rudi juga menyoroti pentingnya peran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dalam menjaga standar integritas akademik secara nasional. Selain itu, koordinasi dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi dinilai krusial untuk memastikan pengawasan berjalan konsisten di seluruh perguruan tinggi.
“Ditjen Dikti dan LLDIKTI memiliki peran pembinaan yang kuat. Penguatan koordinasi dan sistem monitoring akan membantu memastikan bahwa standar etik akademik dijaga secara menyeluruh, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta,” jelasnya.
Menurutnya, respons yang transparan dan terukur justru akan memperkuat kepercayaan publik terhadap komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas pendidikan tinggi.
“Yang terpenting adalah memastikan sistemnya bekerja. Ketika ada dugaan pelanggaran, proses harus berjalan dengan baik dan hasilnya dikomunikasikan secara jelas agar kepercayaan terhadap pendidikan tinggi tetap terjaga,” pungkas Rudi.
Dalam konteks perkara yang tengah ditangani, diketahui sebelumnya seorang dosen Fakultas Teknik Unsoed dilaporkan atas dugaan memalsukan data penelitian milik mahasiswa bimbingannya. Laporan tersebut diajukan oleh seorang dosen peneliti internal kampus setelah menemukan adanya publikasi ilmiah yang diduga menggunakan data penelitian mahasiswa yang belum selesai.
Temuan itu menunjukkan adanya ketidaksesuaian kronologi antara proses penelitian di laboratorium dengan waktu publikasi. Selain itu, terdapat kemiripan signifikan antara artikel yang dipublikasikan dengan skripsi mahasiswa, termasuk lokasi dan objek penelitian yang digunakan.
Pihak kampus membenarkan bahwa laporan telah diterima dan saat ini sedang diproses oleh komisi etik. Proses penanganan disebut masih berlangsung dengan tahapan verifikasi terhadap bukti, saksi, serta dokumen pendukung sebelum diputuskan sesuai aturan yang berlaku.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
