
Ilustrasi guru
JawaPos.com - Yayasan BPK Penabur melalui Unit Penabur Berbagi menyelenggarakan Penabur Berbagi Pelatihan ke-2, yang merupakan bagian dari rangkaian program pengembangan guru Kristen yang berkelanjutan. Program yang diikuti ratusan peserta dari berbagai Provinsi ini digelar untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan Kristen di Indonesia secara konsisten dan berkesinambungan.
Sebagai kelanjutan dari pelatihan sebelumnya, kegiatan ini diarahkan untuk semakin memperlengkapi para guru Kristen agar tetap relevan, kreatif, inovatif, serta setia pada panggilan iman dalam melayani dunia pendidikan di tengah dinamika dan perubahan zaman.
Pelatihan ini dilaksanakan secara daring diikuti total 595 peserta dari berbagai Provinsi pada tanggal 6 Februari, 13 Februari, dan 20 Februari 2026 melalui platform Zoom yang dibagikan kepada para peserta.
Koordinator Unit Penabur Berbagi Sumarmo dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa rangkaian program ini dirancang sebagai ruang belajar dan berbagi yang berkelanjutan, guna meneguhkan peran guru Kristen tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendidik karakter dan iman.
“Melalui rangkaian pelatihan ini, kami ingin memastikan para guru diperlengkapi secara berkelanjutan agar dapat memberi dampak nyata bagi pembentukan generasi yang beriman, berintegritas, dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Yayasan BPK Penabur, Adri Lazuardi menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen Yayasan dalam memperkuat kualitas dan ketangguhan guru Kristen sebagai ujung tombak pendidikan yang berdampak bagi gereja dan bangsa.
"Kami percaya bahwa guru Kristen tidak hanya menjalankan peran profesional sebagai pendidik, tetapi juga membawa misi panggilan iman dalam membentuk generasi yang berkarakter, berintegritas, dan takut akan Tuhan. Melalui pelatihan berkelanjutan ini, kami ingin memastikan para guru terus diperlengkapi agar mampu menjawab tantangan zaman dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Kristiani,” ujar Adri Lazuardi.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara lembaga pendidikan Kristen dan gereja perlu terus diperkuat agar pendidikan Kristen dapat menjadi kesaksian yang relevan di tengah masyarakat. “Kami berharap rangkaian program ini menjadi ruang pembelajaran yang memperkuat kompetensi, spiritualitas, dan semangat pelayanan para guru, sehingga pendidikan Kristen semakin nyata memberi kontribusi bagi masa depan Indonesia,” ujarnya.
Terpisah, Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan pelatihan ini sebagai bagian dari rangkaian program penguatan pendidikan Kristen yang sejalan dengan panggilan gereja di bidang pendidikan.
“PGI memandang pendidikan Kristen sebagai pelayanan gereja yang strategis dalam membangun manusia Indonesia seutuhnya," ujarnya.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
